Salafy Wahabi Hancurkan Chechnya Pasca Konferensi Aswaja Dengan Dalih Jihad

ibrahim_issa_jurnalis_mesir.jpg

Kamis, 08 September 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MESIR – Jurnalis Mesir Ibrahim Eissa  mengatakan, Konferensi Ahlussunnah yang diadakan di Chechnya pekan lalu adalah kesempatan yang sangat baik bagi dunia Islam dan komunitas Muslimin semuanya untuk mengetahui bahwa hanya ada satu kelompok dalam Islam”. (Baca juga: Balas Dendam Pada Kadyrov, Pemuda Wahabi Bakar Makam Tokoh Sufi Chechnya)

Dari konferensi yang diselenggrakan di ibukota Chechnya, Grozny, mengeluarkan suatu rekomendasi dalam rangka untuk menentukan identitas “Komunitas Ahlussunnah”, mengenali faham Salafi Wahabi dan memisahkannya dari Aswaja, sebagaimana lembaga keagaamaan Saudi tidak termasuk dalam lembaga pendidikan. (Baca juga: Apakah Presiden Mesir Akan Usir Sheikh Al-Azhar Pasca Konferensi Aswaja di Chechnya)

Menurut media “Arab21”, Eissa melanjutkan, “seluruhnya adalah cerita yang terputus dan tersobek-sobek… umat Muslim menjadikannya sebagai dasar akal dari ratusan tahun lalu di bawah sekte-sekte tiran.. Islam yang sesungguhnya adalah agama tanpa sekte… atau setidaknya semua sekte bersama-sama atau hanya ada satu sekte.. Anda sebagai seorang muslim ambillah pendapat apapun dari sekte manapun.. karena pada dasarnya tidak ada sekte apapun. (Baca juga: Kenapa Semua Serangan Bom Bunuh Diri Pelakunya Wahabi?)

Dia menyebutkan bahwa Presiden Chechnya adalah aktivis agama, ia juga menambahkan, “Wahabi dan Salafilah yang telah menghancurkan Chechnya dengan dalih jihad”. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment