Saudi dan Qatar Harus Bertanggung Jawab Terhadap Perang di Suriah

suriah

Minggu, 06 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, MOSKOW – Kerajaan Arab Saudi dan negara Teluk lainnya, khususnya Qatar, memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi di Suriah, orientalis Rusia Sergei Medvedko mengatakan hal ini kepada Svobodnaya Pressa, menambahkan bahwa negara-negara ini telah mensponsori militan asing untuk bertempur di negara tersebut. (Baca juga: E-Mail Hillary Ungkap Aliran Dana Saudi dan Qatar ke ISIS)

“Saya yakin bahwa Suriah tidak akan berada dalam mimpi buruk ini jika tidak karena tindakan Arab Saudi dan beberapa monarki lainnya,” katanya. “Tentara-tentara bayaran yang telah membanjiri Suriah dan telah berjuang di bawah bendera kelompok radikal, menerima bantuan keuangan terutama dari Arab Saudi dan Qatar.”

Awal pekan ini, pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan kepada RT bahwa email yang dikirim oleh Hillary Clinton pada manajer kampanyenya, John Podesta di awal 2014 menegaskan bahwa pemerintah Saudi dan Qatar telah menyediakan “dukungan keuangan dan logistik secara rahasia” untuk Daesh khusunya dan kelompok radikal tertentu lainnya. (Baca juga: Utusan Suriah: Arab Saudi, Turki, Qatar, Tingkatkan Perang Suriah dengan Dukung Teroris)

Pernyataan Medvedko ini muncul setelah Duta Besar Rusia untuk Arab Saudi Oleg Ozerov mengatakan kepada RIA Novosti bahwa meskipun terdapat perbedaan, Moskow dan Riyadh berbagi kesamaan ketika datang soal menyelesaikan krisis Suriah. Diplomat Rusia itu merujuk terutama untuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2254 yang menyerukan gencatan senjata dan proses perdamaian politik. Ia juga menyebutkan bahwa kedua negara telah membahas Suriah pada pertemuan bilateral dan multilateral.

Para ahli telah mempertanyakan penilaian optimis Ozerov, mengatakan bahwa ada perbedaan besar yang bertentangan antara kedua negara berkaitan dengan Suriah. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment