Sebagai Bukti Keseriusan Kerjasama Turki, Rusia Ingin Gunakan Pangkalan Udara Incirlik

Russia's President Vladimir Putin (L) and Turkey's Prime Minister Tayyip Erdogan chat following a news conference in Istanbul December 3, 2012. REUTERS/Murad Sezer (TURKEY - Tags: POLITICS) - RTR3B65X

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Para pejabat Rusia memperdebatkan kemungkinan menggunakan pangkalan udara Incirlik Turki untuk melakukan serangan udara di Suriah, menyusul pemulihan hubungan antara kedua negara.

Seorang anggota parlemen dari parlemen Rusia, Igor Morozov, menyarankan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bisa menawarkan Rusia penggunaan pangkalan udara, yang saat ini digunakan oleh NATO dan merupakan rumah bagi sekitar 50 hulu ledak nuklir AS, Middle East Eye melaporkan.

Tapi langkah Rusia yang ingin menggunakan Lanud Incirlik, yang berbasis di Timur negara, akan sangat kontroversial seperti Rusia dan NATO telah berselisih atas sejumlah isu, termasuk Suriah dan Ukraina.

“Turki dapat memberikan Lanud Incirlik ke Pasukan Rusia untuk digunakan dalam operasi kontraterorisme di Suriah. Ini bisa menjadi kelanjutan logis dari langkah Presiden Turki Erdogan terhadap Rusia,” kata Morozov pada RIA Novosti.

Senator Viktor Ozerov, anggota Komite Pertahanan dan Keamanan Dewan Federasi Rusia, juga menyarankan bahwa penggunaan pangkalan udara bisa menandakan ikatan penguatan antara kedua negara.

Erdogan yang mengunjungi Moskow pada awal Agustus untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan berusaha untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara, yang sempat tegang setelah menembak jatuh jet tempur Rusia pada bulan November 2015.

“Hal ini tidak menjamin bahwa Rusia perlu Incirlik, tapi keputusan seperti itu dapat dianggap sebagai kesiapan nyata Turki untuk bekerja sama dengan Rusia dalam memerangi terorisme di Suriah, dan bukan hanya membayar layanan bibir,” kata Ozerov, menurut situs Sputnik Rusia.

Analis Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keamanan hulu ledak AS setelah kudeta yang gagal pada tanggal 15 Juli, dan penataan hubungan kembali terhadap Rusia bisa menambah kekhawatiran NATO atas posisinya di Turki.

Pada hari Rabu, Ibrahim Karagul, editor koran Yeni Safak sayap kanan, dalam tweeted-nya mengatakan bahwa Turki harus “menguasai” senjata nuklir di Incirlik.

“Senjata nuklir di Incirlik harus diserahkan ke Turki,” tulisnya. atau “Turki harus mengambil kendali dari mereka,” ujarnya lebih lanjut.

Saran penggunaan Lanud Incirlik datang setelah Rusia baru saja mulai menggunakan sebuah pangkalan udara di Iran untuk menyerang sasaran di Suriah. Ini juga menjadi pertama kalinya Iran memberikan izin kepada kekuatan asing untuk menggunakan wilayahnya dalam operasi militer sejak revolusi Islam tahun 1979.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa SU-34 pembom tempur yang terbang dari pangkalan udara Hamadan Iran telah menyerang target ISIS di provinsi Deir Ezzur Suriah pada hari Rabu, menghancurkan dua pos komando dan menewaskan lebih dari 150 militan.

Moskow pertama kali menggunakan pangkalan udara Iran sebagai dasar untuk memulai serangan udara di Suriah pada hari Selasa, dan memperdalam keterlibatannya dalam perang sipil di Suriah.

Washington menyebut langkah ini sangat “disayangkan” dan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan melihat apakah langkah Rusia telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang melarang pasokan, penjualan dan transfer pesawat tempur ke Iran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Rabu tidak ada alasan untuk mengingatkan Rusia telah melanggar resolusi, dan mengatakan bahwa Rusia tidak memasok Iran dengan pesawat.

“Pesawat ini sedang digunakan oleh angkatan udara Rusia dengan perjanjian Iran sebagai bagian dari operasi anti-teroris atas permintaan pimpinan Suriah,” kata Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, setelah mengadakan pembicaraan dengan Murray McCully, Menteri Luar Negeri Selandia Baru. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment