Sejak Februari, 425.000 Warga Mosul Mengungsi

Selasa, 02 Mei 2017

VOA-ISLAMNEWS.COM, BAGHDAD – Dalam sebuah kelanjutan dari apa yang oleh PBB disebut sebagai krisis kemanusiaan global terbesar sejak Perang Dunia II, diperkirakan 425.000 warga sipil telah mengungsi selama serangan militer yang sedang berlangsung di wilayah barat kota Mosul di Irak utara.

Menurut Kementerian Migrasi dan Pengungsi Irak Mulai bulan Februari, serangan skala penuh di wilayah barat kota Mosul telah mengakibatkan arus pengungsi minimal 425.000 warga sipil.

Dalam sebuah pernyataan Senin (01/05), Menteri Irak Jassem al-Jaff mencatat bahwa setidaknya 600.000 warga sipil telah mengungsi sejak pertempuran dimulai di daerah tersebut pada bulan November 2016, untuk merebut kembali apa yang dianggap sebagai benteng utama Daesh di wilayah tersebut.

Dari 600.000 tersebut, diperkirakan 425.000 orang telah ditempatkan di kamp pengungsian sejak Februari.

Iraqi News menyebut bahwa Al-Jaff menyatakan pasukan keamanan di wilayah tersebut berupaya mengevakuasi keluarga-keluarga disana dengan aman, dan juga mengembalikan orang-orang yang sebelumnya mengungsi ke daerah-daerah yang dibebaskan dalam pertempuran yang sedang berlangsung.

Menurut angka PBB, sejak Perang Sipil Suriah dimulai pada tahun 2011, seperempat juta orang terbunuh, dan setidaknya 12 juta warga sipil telah mengungsi, melarikan diri dari negara tersebut atau memasuki kamp-kamp pengungsi. Diperkirakan 8 juta orang di negara ini membutuhkan bantuan, termasuk bantuan medis, perumahan, air bersih dan pendidikan.

Kekerasan yang meluas di negara tersebut terus berlanjut, karena negara-negara Barat terus membom daerah-daerah di negara yang dilanda perang itu karena dianggap sebagai benteng terorisme. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment