Sekjen PBB Nyatakan Prihatin atas Pembunuhan Anak-Anak Yaman Oleh Saudi

ban_ki_moon.jpg

Rabu, 03 Agustus 2016.

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinannya atas jumlah korban tewas di kalangan anak-anak Yaman akibat agresi militer Arab Saudi yang mematikan terhadap negara miskin itu. (Baca juga: ‘Tukar Guling’ PBB Hapus Saudi dari Daftar Hitam Agar Amerika Bisa Jual Senjata)

“Saya masih memiliki kekhawatiran yang sangat kuat tentang perlindungan anak Yaman. Mereka harus selalu didahulukan,” kata Ban pada hari Selasa.

Pada bulan Juni, PBB memasukkan Arab Saudi ke dalam daftar hitam setelah menyimpulkan dalam sebuah laporan bahwa Riyadh bertanggung jawab atas 60 persen dari 785 kematian anak-anak di Yaman pada tahun lalu.

Beberapa hari kemudian, badan dunia mengumumkan bahwa Arab Saudi akan hapus sementara dari daftar hitam, menunggu review bersama dengan kerajaan Saudi.

Pada saat itu, Ban mengakui bahwa ia dipaksa untuk menghapus Riyadh dari daftar hitam setelah rezim dan sekutunya mengancam akan memotong dana untuk berbagai program PBB. Langkah ini memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia.

(Baca juga: Arab Saudi Semakin Brutal di Yaman, Pasca PBB Hapus dari Daftar Hitam)

Pekan lalu, Arab Saudi mengirimkan surat rahasia 13 halaman ke Sekjen PBB, menguraikan langkah-langkah yang diambil untuk  mencegah kematian warga sipil dalam perang di Yaman.

Namun, Ban mengatakan kepada 15 anggota dewan PBB “Kami akan terus terlibat untuk memastikan bahwa langkah-langkah konkret untuk melindungi anak-anak Yaman dilaksanakan.”

Dia lebih lanjut menekankan bahwa isi laporan yang menyebabkan Saudi dimasukkan ke daftar hitam PBB masih “berlaku.”

Sementara itu, Jo Becker, direktur advokasi hak-hak anak di Human Rights Watch, pada hari Selasa menyatakan bahwa Arab Saudi akan kembali ke dalam “daftar hitam sampai mereka berhenti melakukan pemboman membabi buta atas warga sipil Yaman.”

Yaman telah melihat serangan militer hampir setiap hari oleh Arab Saudi sejak akhir Maret 2015, sumber Yaman menyebutkan korban tewas akibat agresi berdarah mencapai 10.000 orang. Serangan itu diluncurkan untuk menghancurkan Houthi dan sekutunya serta untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden Yaman yang mengundurkan diri, Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi, sekutu setia Riyadh. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment