Sekjen PBB Tuntut Turki Bukti Kuat Mengenai Keterlibatan Orang yang Ditangkap

sekjen PBB

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada Turki untuk menyajikan “bukti kuat” terhadap mereka yang ditahan pasca-kudeta.

Menurut juru bicara PBB Farhan Haq, Ban menyatakan kekhawatirannya selama percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, pada hari Rabu.

Ban menyatakan “khawatiran atas laporan penganiayaan dan penyalahgunaan beberapa dari mereka yang masih dalam tahanan dan kondisi penahanan mereka, serta menggarisbawahi keprihatinan mendalam atas penangkapan secara luas, penahanan dan suspensi,” kata Haq. (Baca: Mufti Agung Aswaja Lebanon, Tolak Kutuk Kudeta di Turki, Mengapa?)

Sebelumnya pada hari itu, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memperingatkan bahwa tindakan keras pemerintah sehubungan dengan upaya kudeta tersebut “belum lengkap” dan bisa lebih penangkapan dari apa yang sudah dilakukan.

Menteri Dalam Negeri Turki juga mengumumkan bahwa lebih dari 15.000 orang, termasuk 10.000 tentara, telah ditahan di negara itu setelah kudeta yang gagal.

Ankara juga mengumumkan pemecatan tidak hormat sekitar 150 jenderal dan laksamana serta hampir 1.700 tentara.

Turki juga mengeluarkan surat perintah penangkapan hampir 50 wartawan sehubungan dengan kudeta yang gagal.

Ban juga mengatakan kepada Cavusoglu bahwa “bukti kredibel pada mereka yang di bawah penyelidikan harus disajikan dengan cepat ke dalam sistem peradilan sehingga penentuan hukum bisa dilakukan sebelum pengadilan,” tambah Haq. (Baca: Wawancara Jurnalis Turki di TV One: Kudeta Militer Turki Tidak Masuk Akal)

Lebih dari 250 orang tewas dan lebih dari 2.000 terluka pada malam kudeta pada 15 Juli lalu, ketika sebuah faksi dalam militer, menggunakan jet tempur, helikopter dan tank, mencoba untuk merebut bandara dan jembatan, serta menyerang objek vital negara, termasuk parlemen dan markas intelijen, dalam upaya untuk merebut kekuasaan.

Setelah kudeta yang gagal, Ankara mengumumkan keadaan darurat di negara itu, yang akan memungkinkan pemerintah untuk mengambil tindakan cepat terhadap mereka yang dicurigai berada di balik upaya kudeta.

Sekretaris Jenderal PBB “percaya bahwa pemerintah dan rakyat Turki akan mengubah ketidakpastian ini menjadi momen persatuan, dan melestarikan demokrasi di Turki,” tambah Haq. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment