Serangan Kimia ISIS di Suriah Utara

kimia

Rabu, 17 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Teroris ISIS Takfiri kembali melakukan serangan kimia di daerah pemukiman di Suriah Utara.

Sumber di kota barat laut Aleppo mengatakan pada hari Selasa bahwa teroris menembakkan mortir gas mustard pada lingkungan yang dikendalikan oleh pemerintah pada hari sebelumnya. Mereka mengatakan sedikitnya 20 orang terluka dalam serangan itu.

Ini bukan pertama kalinya ISIS menggunakan bahan kimia dalam serangan terhadap Aleppo, sumber mengatakan, dan menambahkan bahwa banyak warga sipil menderita serangan beracun yang sama selama beberapa minggu terakhir.

Aleppo telah menjadi tempat bentrokan sengit antara militan asing yang didukung dan pasukan pemerintah selama beberapa bulan terakhir.

ISIS dan militan lainnya memiliki sejarah dalam melakukan serangan kimia terhadap warga sipil dan pasukan pemerintah di Irak dan Suriah.

Pada tanggal 7 April, hampir dua lusin orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan kimia oleh ISIS terhadap anggota Unit Rakyat Perlindungan Kurdi (YPG) di Aleppo.

Para teroris ISIS juga menggunakan senjata kimia yang dilarang internasional dalam serangan terakhir mereka terhadap warga sipil di sebuah desa di Irak utara. Setidaknya 17 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menderita masalah pernapasan setelah desa Osija dilanda serangan ISIS, yang terletak di pinggiran selatan Mosul. Para pejabat Irak mengatakan setelah pemeriksaan awal bekas kerang mortir yang digunakan dalam serangan itu terkandung gas klorin.

Menurut sebuah laporan oleh Suriah-American Medical Society, ISIS telah melakukan lebih dari 160 serangan yang menggunakan gas beracun atau asphyxiating, seperti sarin, klorin, dan gas mustard” sejak awal konflik di Suriah pada tahun 2011. Lebih dari 1.490 orang telah tewas dalam serangan kimia. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment