Serangan Mendadak di Gereja Tewaskan Tiga Orang Sandera

gereja-normandy

Rabu, 27 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, PERANCIS – Setidaknya tiga orang tewas setelah dua pria yang membawa pisau mengambil sejumlah orang sandera di sebuah gereja di Prancis utara, kata polisi.

Menurut sumber kepolisian, antara empat dan enam orang ditahan oleh penyerang di gereja kota Saint-Etienne-du-Rouvray wilayah Normandy, utara Perancis, pada hari Selasa, sebelum pasukan keamanan turun tangan dan mengakhiri situasi penyanderaan.

Kedua orang itu kemudian ditembak mati oleh polisi. Seorang pastur di antara para sandera dibunuh oleh para penyerang. Seorang sandera juga dalam kondisi kritis, menurut Kementerian Dalam Negeri.

Laporan mengatakan Presiden Prancis Francois Hollande dan Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve sedang dalam perjalanan ke tempat kejadian.

Identitas dan motif dari penyandera masih belum diketahui. Unit anti-teroris Perancis mengatakan akan memulai penyelidikan atas insiden mematikan itu.

Perancis masih belum pulih dari pembantaian Bastille Day yang diklaim menewaskan 84 jiwa di kota Nice awal bulan ini. Kedua serangan di Nice diklaim oleh kelompok teror ISIS.

Pekan lalu, parlemen Perancis memperpanjang keadaan darurat selama enam bulan. Pemerintah Paris berada di bawah tekanan atas kegagalan memberikan keamanan kepada warganya. Pihak keamanan juga dituduh tidak berbuat cukup untuk melindungi penduduk.

Perdana Menteri Manuel Valls telah memperingatkan awal pekan ini, bahwa serangan teroris Takfiri mungkin akan melanda negara, dan sedang berusaha mengidentifikasi ekstrimis yang pulang dari zona konflik di Timur Tengah. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment