Setelah 12 Tahun, Mahasiswa AS Kini Diketahui Jadi Korban Penculikan Pemimpin KORUT

KOREA UTARA

VOA-ISLAMNEWS.COM, PYONGYANG – Seorang mahasiswa Amerika yang diduga tewas selama 12 tahun setelah perjalanan ke China, ternyata telah diculik dan dipaksa untuk mengajar Bahasa Inggris kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, sebuah laporan mengatakan.

Sebuah organisasi aktivis Korea Selatan membuat laporan pada hari Kamis, mengatakan, David Sneddon, adalah seorang mahasiswa 24 tahun pada saat itu, menghilang pada bulan Agustus 2004 saat mendaki gunung di barat daya China, Provinsi Yunnan, The Independent melaporkan.

Choi Sun-yong, kepala persatuan korban penculikan, mengatakan Sneddon telah diculik oleh agen Korea Utara dan bekerja sebagai guru bahasa Inggris untuk Kim, pewaris kepemimpinan negara pada saat itu.

Polisi China mengatakan kepada orang tua Sneddon bahwa ia telah tenggelam di sungai sementara tetapi mereka tidak pernah percaya cerita itu dan terus mencari belasan tahun karena fakta bahwa tubuh Sneddon tak pernah ditemukan.

“Kami hanya tahu di dalam hati kita bahwa ia masih hidup, jadi kami harus terus berjuang,” kata ibu Sneddon kepada Telegraph.

Setelah Dua belas tahun, kini ia diketahui korban penculikan dan sekarang berada di ibukota Korea Utara Pyongyang, memiliki istri Korea Utara dengan dua anak dan mengajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah.

Laporan-laporan lain mengatakan Departemen Luar Negeri AS juga secara resmi melakukan pencarian aktif untuk Sneddon di Korea Utara setelah adanya laporan dan orang tuanya dapat menemukan keadilan bagi putra mereka. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment