Sheikh Ahmed al-Tayeb; Salafi Tidak Termasuk Golongan Ahlisunnah

grand

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Ulama Saudi bereaksi marah terhadap pernyataan terbaru yang dikeluarkan oleh Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed al-Tayeb, yang mengeluarkan Salafi dari Sunni saat konferensi agama di Chechnya, Rusia.

Selama konferensi di Grozny, Chechnya, Sheikh Tayeb mengatakan bahwa Salafi bukan Ahlisunnah, saat ia mendefinisikan apa yang dimaksud dengan Sunni.

Situs berita Ray al-Youm mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Senin, bahwa pernyataan itu menyebabkan badai kemarahan di kalangan ulama pro-pemerintah di Arab Saudi.

Mereka mengatakan retorika yang digunakan oleh ulama Mesir selama konferensi itu lebih sejalan dengan kebijakan untuk melemahkan peraktek Wahhabisme di Arab Saudi dan membangun kepemimpinan Sunni baru, yang dominan di bawah naungan al-Azhar di Mesir.

Menurut laporan itu, beberapa ulama Saudi mengatakan konferensi yang dihadiri oleh para pemikir dari Mesir dan negara-negara yang didominasi Sunni lainnya, merupakan upaya pemerintah Rusia untuk memperdalam kesenjangan antara Arab Saudi dan Mesir.

Inisiatif Rusia itu dimaksudkan untuk menabur perselisihan di dunia Islam, kata ulama Saudi, dan mengatakan konferensi menargetkan Kerajaan Al Saud.

Laporan itu muncul satu hari setelah Sekretariat Jenderal Dewan Ulama Senior di Riyadh memperingatkan terhadap apa yang disebut menghasut dan memicu hasutan di antara Muslim yang berbeda pemikiran.

Lebih dari 100 ulama Muslim dari berbagai negara, termasuk Rusia, Suriah, Turki, India, Inggris, Lebanon, Mesir, Afrika Selatan dan Jordan, menghadiri konferensi Grozny pada 25-17 Agustus untuk memisahkan Ahlusunnah dari kelompok teroris Takfiri yang berideologi Wahhabi dan telah mendatangkan malapetaka di Timur Tengah dan tempat-tempat lainnya.

Para ulama yang hadir dalam konferensi Aswaja, kebanyakan dari mereka terkenal di dunia Muslim, mengatakan bahwa kelompok-kelompok seperti ISIS, al-Nusra, al-Qaeda dll, yang berperang di bawah bendera Wahhabisme, tidak memiliki link ke Sunni sama sekali.

Pemerintah Saudi, bersama dengan sekutunya, telah lama mensponsori militan Takfiri. Menurut laporan, rezim Riyadh baru-baru ini meningkatkan dukungan untuk gerilyawan Takfiri dalam menghadapi tentara Irak di Mosul dan kemajuan tentara Suriah di Aleppo dan di tempat lainnya. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment