Sheikh Maher Hammoud: ISIS Adu Domba Lebanon-Palestina

Saad-300x177.png

VOA-ISLAMNEWS.COM, LEBANON – Ketua Federasi Ulama Perlawanan Dunia, Sheikh Maher Hammoud mengatakan dalam sebuah wawancara dengan www.almayadeen.net (23/09) bahwa pemuda-pemuda dari kamp pengungsian Palestina, Ain al-Hilweh berlepas diri dari kelompok teroris dan segala prakteknya.

Sheikh Hammoud menunjukkan reaksi Palestina yang positif mengenai intervensi tentara Lebanon di kamp pengungsi Ain al-Hilweh. Ia juga menambahkan bahwa operasi pasukan Lebanon di kamp pengungsian bersih dan tentara hanya masuk ke kamp dalam jarak terbatas. (Baca: Ulama ASWAJA Lebanon Jelaskan Fakta Siapa Hizbullah dan Sepak Terjangnya?)

Sheikh Maher Hammoud juga mempertanyakan tentang kemampuan “Pemimipin ISIS” di Lebanon, dalam melaksanakan pembunuhan besar, dan ia menambahkan bahwa yang ditangkap oleh tentara Lebanon diketahui adalah pelaku yang membunuh Simon Taha di kamp pengungsian Ain al-Hilweh.

Ia juga mengatakan, “Kami harus menunggu penyelidikan dari tentara Lebanon mengenai pengakuan pemimipin ISIS Lebanon”.

Sheikh Hammoud memberikan penghormatan terhadap semua tindakan dari kamp pengungsian Ain al-Hilweh yang telah mengendalikan berbagai reaksi dan menolak setiap pernyataan buruk mengenai Palestina.

Ketua Federasi Ulama Perlawanan Dunia meminta penolakan relokasi atas dasar ketakutan warga Palestina dan gugatan bangsa Palestina.

Sheikh Hammoud mengutarakan pernyataan ini, saat ia sedang mengomentari informasi yang diterbitkan situs berita al-Mayadeen bahwa pemimpin ISIS, Imad Yassin yang ditangkap pada Kamis (22/09) di kamp pengungsi Ain al-Hilweh, di Lebanon Selatan, dalam operasi keamanan yang dilakukan tentara Suriah, berencana membunuh Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, Sheikh Maher Hammoud, dan mantan anggota parlemen Osama Saad. (Baca: Hasan Nasrallah: Barat dan Kelompok Takfiri Tak Ingin Lihat Umat Islam Bersatu)

Saad mengatakan pada situs al-Mayadeen, “Proyek pemimpin ISIS adalah memasukkan Lebanon ke dalam ruang konflik antar warga Palestina dan warga Lebanon”.

Sekjen Organisasi Perjuangan Rakyat, Osama Saad memuji aksi tentara Lebanon atas penangkapan pemimpin ISIS di Lebanon. Ia juga mengatakan bahwa penangkapan ini adalah pencapaian penting bagi kamp-kamp Palestina yang dianggap sebagai khidmat dan pelayanan pada kota Sidon yang mencakup kamp-kamp pengungsi Palestina.

Sekjen Organisasi Perjuangan Rakyat, Osama Saad

Saad menunjukkan bahwa proyek yang direncanakan Imad Yassin bertujuan untuk memasukkan Lebanon dalam ruang konflik antara rakyat Palestina dan rakyat Lebanon. Ini adalah proyek Zionis yang bertujuan untuk mencoret hak kembali rakyat Palestina ke tanah mereka, seperti yang ia katakan. (Baca: ISIS Predator Ciptaan Saudi-Israel Untuk Acak-acak Timur Tengah dan Islam)

Saad juga mengajak pihak Lebanon dan faksi Palestina untuk memikul tanggung jawab bersama dalam menggagalkan proyek Zionis yang nyata tetapi kehadiran kelompok teroris di dalam dan di luar kamp adalah ancaman serius.

Saad mengatakan, “Kita harus menggagalkan proyek ini yang tengah mengincar kemanan kita”. Saad juga menekankan bahwa ancaman ISIS tidak akan merubah sikap kami yang berkomitmen untuk melindungi keamanan nasional dan juga keamanan Palestina. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment