Siap Habisi ISIS, Pesawat “White Swan” Super Canggih Rusia Terbang di Langit Idlib

white-swan

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURIAH – Meningkatnya aktivitas pesawat pembom strategis Rusia “Tupolev” di Suriah secara eksplisit menegaskan akan niat Rusia untuk terlibat lebih jauh dalam memerangi teroris di Suriah. (Baca: Pesawat ‘Kiamat” Pengebom Nuklir Rusia Siap Bereaksi)

Para aktivis mengatakan melalui media sosial bahwa warga di provinsi Idlib di Suriah baru-baru ini menyaksikan penerbangan sebuah pesawat berwarna putih ke arah selatan Idlib dalam ketinggian yang sangat rendah lalu terbang memasuki wilayah udara Turki, seperti dilansir almayadeen.net (11/11).

Aktivis menduga bahwa pesawat yang disebutkan ini adalah pesawat militer “Tupolev Tu” atau yang dikenal dengan nama “White Swan” milik Rusia, yang digunakan oleh Angkatan Udara Rusia dalam serangannya di wilayah Suriah yang lepas landas dari bandara militer di Republik Ossetia Utara, salah satu republik Federal Rusia. (Baca: Media Amerika: Inilah “Perang” antara Amerika dan Rusia di langit Suriah)

Situs “Veterans Today” menyebutkan bahwa pesawat tempur ini pernah digunakan dalam kampanye udara yang dilakukan oleh tentara Rusia di Suriah dalam rangka memberikan dukungan sektor udara dalam operasi pengusiran organisasi teroris ISIS dari kota Palmyra dan berpartisapsi dalam mengamankan Palmyra dan bagian-bagiannya yang dikendalikan tentara Suriah dari Deir ez-Zour, dan membantu tentara Suriah mengarahkan target yang lebih penting di kota Aleppo.

Situs ini menegaskan bahwa penggunaan pesawat jenis ini sebagaimana pengerahan kapal Rusia ke pantai Suriah dilakukan karena dekatnya waktu bagi Rusia utuk melancarkan operasi besar-besaran di pinggiran Aleppo, terutama melawan dua organisasi teroris terbesar yakni ISIS dan an-Nusra. (Baca: 4 Kapal Induk dan Rudal Terbaru Rusia Siap Gempur ISIS di Pinggiran Aleppo)

Dan keistimewaan pesawat tempur pembom strategis Rusia “Tupolev” ini adalah lebih cepat dari kecepatan suara dan memiliki daya jelajah yang jauh, awalnya dirancang untuk menargetkan armada laut dan dapat menyerang 10 target bersamaan dalam waktu yang sama. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment