Sikapi Mogok Massal Tahanan Palestina, Sayap Militer Hamas Ancam Israel

“Kami memperingatkan musuh agar tidak mengabaikan tuntutan para narapidana yang adil dan sah, dan kami mengatakan bahwa kami memberi peringatan pada musuh dalam 24 jam untuk merespon”, kata Abu Obeida, juru bicara brigade Ezzedeen al-Qassam, dalam sebuah pidato yang direkam pada hari Selasa.

Dia memperingatkan bahwa jika Israel menahan diri dari menanggapi tuntutan para tahanan Palestina, maka mereka akan “membayar setiap hari dari pengabaian tuntutan para tahanan.

Obeida menahan diri untuk tidak menyatakan tanggapan potensial, namun mencatat bahwa jumlah tuntutan tahanan akan terus meningkat. (Baca: Tentara Zionis Israel Hancurkan Rumah Warga Sipil Palestina dengan Buldozer)

Juru bicara tersebut juga meminta warga Palestina di Tepi Barat untuk turun ke jalan dalam menyambut “Day of Anger” untuk menunjukkan solidaritas dengan narapidana yang sedang mogok makan.

Sejak 17 April, lebih dari 1.600 tahanan Palestina telah bergabung dalam aksi demonstrasi yang diberi nama Kebebasan dan Kemarahan (Freedom and Dignity) yang pada awalnya dilakukan oleh mantan pemimpin gerakan Fatah, Marwan Barghouti, untuk memprotes kondisi di penjara rezim Israel.

Menurut angka pada bulan Januari yang diberikan oleh kelompok hak asasi manusia Palestina Addameer, hampir 6.500 orang Palestina ditahan di penjara Israel, 536 di antaranya tanpa tuduhan atau pengadilan. (Baca: Pemuda Palestina Tak Akan Lupakan Kekejaman Israel Selamanya)

Tahanan Palestina terus-menerus melakukan serangan kelaparan terbuka dalam upaya untuk menyuarakan kemarahan mereka atas kebijakan rezim Israel dalam menegakkan penahanan administratif, yang berarti memenjarakan orang-orang Palestina selama enam bulan tanpa tuduhan atau pengadilan. Narapidana Palestina mengeluh bahwa mereka sering mengalami serangan dan penyiksaan di dalam penjara Israel. (Voai)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment