Tak Ingin Dianggap Terlibat Pembantaian Warga Sipil Yaman, Pentagon Tarik Militer dari Riyadh

jubir

Minggu, 21 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON DC – Pasukan AS yang membantu koalisi pimpinan Saudi dalam mengkoordinasikan serangan udara di Yaman sebagian besar telah ditarik dari Riyadh dalam sebuah langkah nyata untuk menjauhkan diri dari meningkatnya korban sipil dalam konflik panjang selama 17-bulan. Kantor berita Reuters melaporkan hal ini.

Selain menarik personil dukungan udara, Letnan Ian McConnaughey, juru bicara Angkatan Laut AS di Bahrain mengatakan kepada Reuters bahwa Pentagon juga ” mengurangi dengan tajam” staffnya dalam “Joint Combined Planning Cell”(JCPC) sampai kurang dari lima orang. (Baca juga: Whistleblower Saudi Minta Riyadh Terima Kegagalan di Yaman)

JCPC, yang didirikan pada bulan Maret tahun lalu ketika Saudi memprakarsai kampanye udara di Yaman pada puncaknya menempatkan sekitar 45 anggota personel militer untuk mengkoordinasikan dukungan militer dan intelijen AS dengan Riyadh.

Penarikan yang disebut-sebut mulai berlangsung mulai bulan Juni itu merupakan upaya Washington untuk menjauhkan diri dari tanggung jawab atas meningkatnya jumlah kematian warga sipil di Yaman, yang sekarang berjumlah lebih dari 6.500 orang pasca koalisi yang dipimpin Saudi telah berulang kali melakukan “pengeboman membabi buta” terhadap negara tetangganya Yaman.

Mengenai kegilaan Saudi dalam membombardir target sipil Yaman, juru bicara Pentagon berkilah bahwa AS tidak terlibat dalam penentuan target serangan. (Baca juga: Mujtahid: Bin Salman Terperangkap di Yaman)

“Pada titik itu personel militer AS tidak memberikan persetujuan langsung atau implisit mengenai pemilihan target atau prosekusi,” kata juru bicara Pentagon Adam Stump dalam sebuah pernyataan setelah Reuters mengungkap penarikan pasukan itu.

Selain itu, seiring meningkatnya jumlah kematian warga sipil akibat brutalnya serangan Saudi yang selama ini dibantu oleh Amerika Serikat, Pentagon juga berlepas tangan dengan berkilah bahwa pihaknya selalu berusaha mencegah korban sipil.

“Bahkan ketika kami membantu Saudi mengenai integritas teritorial mereka, itu tidak berarti bahwa kami akan menahan diri dari mengungkapkan keprihatinan kami tentang perang di Yaman dan bagaimana perang disana dikobarkan,” ungkap Jubir Pentagon itu sebagaimana dikutip RT, Sabtu (20/08).

Saudi sendiri tidak mengomentari tentang penarikan yang dilakukan Pentagon ini. Riyadh tetap bersikeras bahwa hubungannya dengan AS tetap strategis. (Baca juga: Arab Saudi Terjebak di Yaman)

“Hubungan antara kerajaan dan AS merupakan hubungan yang strategis. Jika hal itu benar, langkah ini hanya mencerminkan sesuatu pada tingkat taktis”, ungkap juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed al-Asseri kepada Reuters”. AS bisa saja memindahkan asetnya, tapi itu tidak memiliki dampak pada hubungan bilateral antara dua negara”. (Baca juga: Jejak Pengabdian Saudi Kepada Barat dan Zionis)

Sementara itu seorang pejabat anonim AS mengatakan kepada outlet berita itu bahwa AS masih akan terus memberikan dukungan dan berbagi intelijen dengan koalisi Saudi, dan pasukan Saudi akan terus bergantung pada militer AS. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment