Tamparan Keras Duterte Sebut Dubes AS dan Obama “Anak Pelacur”

duterte dan obama

VOA-ISLAMNEWS.COM, FILIPINA  mengeluarkan sebelum presiden Filipina itu bertolak menuju Laos guna menghadiri pertemuan para pemimpin global termasuk pemimpin Rusia dan Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh ASEAN. (Baca: Rodrigo Duterte Tolak Bertemu Sekjen PBB “Ban Ki-Moon”)

Menurutnya Amerika Serikat telah menuduhnya melakukan pelanggaran hak asasi manusia dalam kampanye “perang anti-narkotika”, Duterte mengatakan “Pertama-tama, mereka perlu memahami masalah-masalah yang dihadapi negara kami sebelum berbicara tentang hak asasi manusia”. Duterte mengarahkan ucapannya kepada presiden AS ‘Barack Obama’, “Anda harus menunjukkan rasa hormat, tidak begitu saja melemparkan pernyataan seperti itu wahai “anak pelacur”. (Baca: Rodrigo Duterte Ancam PBB dan Pegiat HAM Jika Ikut Campur Urusan Filipina)

Pernyataan itu muncul sebagai reaksi terhadap informasi yang mengatakan bahwa Presiden Obama akan membahas soal dugaan pembunuhan di luar hukum yang dilakukan Duterte selama kampanye anti-narkoba di Filipina yang telah meminta 2.400 jiwa. (Baca: 27 Walikota dan 31 Polisi Menyerahkan Diri Karena Takut Dihabisi Duterte)

Berbicara kepada wartawan pada hari Senin, Duterte bersikeras dia adalah “seorang presiden sebuah negara berdaulat” dan bahwa negaranya telah “lama berhenti menjadi koloni dari Amerika Serikat”.

“Saya tidak punya guru kecuali rakyat Filipina, tidak ada sama sekali,” tegas Duterte melanjutkan dengan memperingatkan para pemimpin dunia lainnya untuk tidak ikut campur dalam masalah kampanye anti-narkoba di negaranya.

Aku akan mengutukmu di forum itu. Presiden Duterte dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama di Laos, pada 06 September, akan tetapi Presiden Amerika masih mempertimbangkantentang pertemuan ini. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment