Teheran: Kebijakan Arab Saudi Rusak Stabilitas Timur Tengah

“Deputi Putra Mahkota Mohammed bin Salman salah satu direktur utama dari perang Arab terhadap bangsa Yaman yang tidak bersalah dan tidak berdaya, serta manifestasi dari teror dan horor di Suriah, Bahrain dan negara-negara di dunia..,”Juru bicara Departemen luar Negeri Iran Bahram Qassemi, Jumat (17/03/2017).

Dia juga menambahkan bahwa Teheran telah berulang kali menyatakan bahwa kampanye melawan terorisme dan upaya untuk membangun stabilitas di kawasan Timur Tengah hanya bisa menghasilkan dan menguntungkan melalui tekad yang kuat, kerjasama kolektif dan partisipasi dari semua negara-negara regional.

Iran sebagai juru kampanye yang aktif dan damai siap untuk menawarkan jenis kerjasama regional atau inisiatif yang menjamin stabilitas, Qassemi menegaskan.

“Sejarah Timur Tengah akan memberikan pelajaran kepada semua negara, terutama negara petrodollar yang memiliki fantasi dan ilusi [mampu] untuk membeli keamanan dan menawarkan lampu hijau untuk intervensi pemain asing, bahwa mereka telah membuat kesalahan besar karena sebelumnya intervensi oleh kekuatan trans-regional hanya menyebabkan ketidakamanan di negara-negara yang telah memanggil kekuatan asing,” komentar pejabat Iran.

Kehadiran kekuatan asing di Timur Tengah tidak menghasilkan apa-apa kecuali ketidakstabilan, eskalasi terorisme dan kekerasan.

Selama pertemuan antara Menteri Pertahanan AS James Mattis dan Saudi wakil putra mahkota, dan menteri pertahanan Arab Saudi, di Washington pada hari Kamis, telah membahas bahaya kesepakatan nuklir dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam pembicaraan itu, Pangeran Mohammed menuduh Iran memiliki agenda ekspansi ke Arab Saudi. [Voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment