Tentara Bayaran Saudi Bantai Warga Sipil Taiz Yaman

agresi-terbaru-saudi

VOA-ISLAMNEWS.COM, YAMAN – Agresor Saudi-AS kembali melakukan pembantaian pada kamis malam (17/11) di kota Ta’iz setelah pasukan mereka membombardir sebuah wilayah padat penduduk di Yaman. (Baca: Pembantaian di Yaman Bukti Saudi Tak Faham Etika Perang, Kemanusiaan dan Islam)

Sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa warga sipil yang tewas dan terluka mencapai 50 orang akibat pengeboman yang dilakukan oleh tentara bayaran Saudi dengan menggunakan beberapa peluru artileri Hauser yang menargetkan wilayah padat penduduk dan pasar rakyat di daerah Sofitel di pusat kota Taiz. Sumber ini menjelaskan bahwa salah satu artileri mendarat di pasar di wilayah Sofitel ketika puluhan warga berada di pasar tersebut, seperti dilansir oleh kantor berita lokal Yaman thelinkyemen (17/11).

Sumber ini juga melaporkan bahwa tentara bayaran Saudi melakukan pemboman secara intensif dengan menggunakan artileri dan menargetkan langsung rumah-rumah warga secara langsung dan melakukan pembantaian terhadap warga sipil di wilayah Sofitel di pusat kota. (Baca: Ulama Lebanon Kompak Kutuk Pembantaian Saudi-AS Kepada Warga Muslim di Yaman)

Sumber ini menyebutkan bahwa 7 orang warga yang tewas dan 11 warga lainnya yang terluka parah telah tiba di rumah sakit Rifai di Taiz, sementara masih tersisa puluhan korban lainnya yang masih berada di wilayah pasar Sofitel. Ia juga menjelaskan bahwa upaya pertolongan dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. Warga-warga sipil yang lain terus menyerukan penyelamatan segera bagi korban yang terluka.

Pembantaian mengerikan ini telah menambah catatan hitam yang telah dilakukan oleh agresor Saudi dan tentara bayarannya. Mereka telah melakukan pembantaian keji terhadap warga sipil Yaman dengan melancarkan serangan bom menggunakan artileri yang menargetkan pasar rakyat di Sofitel di kota Taiz dimana laporan sementara menyebutkan jatuhnya 50 korban tewas dan terluka dari kalangan warga sipil. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment