Tepatkah, Tanah Suci Dijadikan Ajang Kampanye Politik ?

jamaah-haji

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Geliat Pilgub DKI Jakarta membuat para pendukungnya saling serang dengan isu Intoleran, Rasis dan SARA. Yang terbaru adalah para pendukung ini lakukan kampanyenya di tanah suci. Salah satu akun fanpage facebook Catetan MAZ TONI Aka Tante Paku memberikan opininya, berikut tulisannya:

Mestinya tanah suci Mekkah hanya tepat buat berbuat kesucian, menunaikan ibadah haji sebagai kewajiban umat Islam di seluruh dunia, bukan menjadi ajang kampanye politik. Di tanah suci hanya boleh menyebut dan memuji nama Allah SWT dan Rasulnya saja, nama di luar itu, apalagi berbau politik kekinian, sebaiknya tidak dikampanyekan, jika ada yang nekat, wajib diragukan niatnya berhaji. (Baca: Isu SARA Jelang Pilkada, Ketum PBNU: Jangan Jual Nama Tuhan dalam Berpolitik)

Namun nama Ahok membuat beberapa oknum haji (pastinya dari Jakarta) berselfie ria, menyempatkan diri, menulis di atas kertas, untuk berkampanye, membenci atau menghasut, juga memuji atau menunjukkan diri, demi Ahok. (Baca: Benarkah Pilih AHOK Keimanan Kita Berkurang?)

Sepertinya, tanah suci memang sudah tak bermakna lagi bila politisasi agama dijadikan sarana untuk berebut kekuasaan. Dan Indonesia memang paling efektif untuk memainkan isu agama, karena rakyatnya sangat mudah diprovokasi. Tak heran negeri ini mudah sekali dijajah hingga ratusan tahun lamanya. Salam Kampanye Ahok Sambil Berhaji!. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment