Terbukti Langgar Hak-hak Anak Yaman, Saudi Tak Bisa Bebas dari Daftar Hitam PBB

Duta_Besar_Saudi_Untuk_PBB.jpg

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Sumber-sumber diplomatik PBB mengatakan bahwa Arab Saudi belum memberikan bukti yang cukup untuk penghapusan permanen dari daftar hitam pelanggar hak-hak anak di Yaman.

Salah satu sumber yang dikutip Reuters, pada hari Senin, mengatakan bahwa PBB masih membutuhkan bukti-bukti yang “lebih spesifik,” dari Saudi, dan bahwa contoh yang disajikan mereka harus sesuai dengan hukum humaniter internasional “secara umum.”

Sumber lain mencatat bahwa surat yang baru dikirim ke PBB oleh Arab Saudi dalam kaitannya dengan daftar hitam tidak menjawab semua kekhawatiran kita.”

Di sisi lain, Duta Besar Saudi untuk PBB Abdullah Al-Mouallimi mengatakan bahwa, “Kami pikir, kami telah mengirim surat yang cukup komprehensif yang saya harap telah melayani untuk mengatasi semua kekhawatiran PBB dan mengklarifikasi semua isu seputar laporan PBB.”

Duta Besar Saudi untuk PBB Abdullah Al-Mouallimi

Pada awal Juni, PBB menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan Arab Saudi bertanggung jawab atas 60 persen dari 785 kematian anak di Yaman pada tahun lalu.

Pada tanggal 6 Juni, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menghapus Arab Saudi dari daftar hitam dan mengumumkan bahwa ia telah menerima tekanan dari Riyadh dan sejumlah negara Teluk Persia yang mengancam akan memotong dana bantuan untuk program kemanusiaan PBB.

Sekitar 10.000 orang telah tewas sejak konflik di Yaman dimulai pada awal 2015. Yaman mengatakan sebagian dari mereka yang tewas adalah warga sipil dalam serangan udara Saudi. Serangan dimaksudkan oleh Riyadh untuk mengembalikan kekuasaan mantan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. [voai]

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment