Terima Kunjungan Dalai Lama, China Kecam Mongolia

dalai-lama

Minggu, 20 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ULAN BATOR – China telah mengeluarkan peringatan kepada ke Mongolia karena telah menerima Dalai Lama, yang memulai kunjungan empat hari ke negara Asia Tengah itu, pada hari Sabtu (19/11).

“China tegas menentang kegiatan separatis anti-China oleh Dalai Lama di negara manapun, atas nama apapun, dan dalam kapasitas apa pun,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang di Beijing. (Baca juga: China Minta Amerika Taati Komitmen Terkait Tibet)

“Beijing,” katanya, “telah menuntut Mongolia untuk “tidak mengizinkan kunjungan Dalai Lama dan tidak mempromosikan fasilitasi apapun untuk kegiatan separatis oleh kelompok Dalai.”

Mongolia, yang sangat tergantung pada perdagangan dengan China, telah berusaha untuk tidak membuat marah Beijing dengan menteri luar negeri mengatakan bahwa pemerintah tidak ada hubungannya dengan kunjungan Dalai Lama. (Baca juga: Peraih Nobel Perdamaian “Aung Suu Kyi” Bisu, Etnis Muslim Rohingya Tertindas Dihadapannya)

Biara yang menerima kunjungan Dalai Lama itu juga mengatakan bahwa kunjungan tersebut benar-benar dalam urusan agama dan tidak terkait dengan urusan politik.

Dalai Lama tiba di ibukota Mongolia Ulan Bator pada hari Jum’at dalam kunjungan yang akan berlanjut sampai tanggal 22 November. China menganggap Dalai Lama sebagai pemimpin separatis mengejar kemerdekaan bagi Tibet. (Baca juga: Analis: AS Rencanakan Serangan Nuklir Pertama ke China-Rusia)

Beijing telah lama menentang pertemuan Dalai Lama dengan kepala yang berbeda dari berbagai negara serta kunjungannya ke negara-negara lain yang bergantung pada investasi China.

Dalai Lama melarikan diri dari pemberontakan yang gagal di Tibet pada tahun 1959 dan pensiun dari politik pada tahun 2011. Namun, ia menyatakan bahwa ia hanya mengusahakan otonomi yang lebih besar bagi daerah Tibet di China. Beijing menganggap Tibet sebagai bagian integral dari wilayahnya.

Pemimpin yang diasingkan itu telah dikatakan mendukung penggunaan kekerasan untuk mendirikan negara merdeka di wilayah Himalaya. Pemimpin spiritual telah disalahkan untuk berkomplot melawan China dengan bantuan AS. Dari akhir 1950-an sampai tahun 1974, Dalai Lama menerima 180.000 dolar dari CIA setiap tahun. (voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment