Terlihat Bergegas ke Istana, Din Syamsuddin Temui Jokowi, Ada Apa?

din_syamsuddin_temui_jokowi

Rabu, 16 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan. Ada apa?

Din mengatakan kedatangannya ke Istana menemui Jokowi untuk bersilaturahmi, meski pada 1 November lalu dia baru saja bertemu Jokowi.

“Jadi kami mau membuka forum perdamaian dunia yang saya selenggarakan di Istana. Dan kali ini sangat singkat karena saya ada acara lain dan beliau juga tentu sibuk,” kata Din saat ditemui wartawan usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Din menjelaskan kedatangannya juga untuk mengonfirmasi baik sikapnya maupun sikap Presiden Jokowi terkait permasalahan bangsa.

“Hanya untuk mengonfirmasi baik sikap saya pribadi di dalam lingkaran keumatan, dan juga untuk mendapatkan konfirmasi dari beliau sendiri Bapak Presiden, tentang sikapnya terhadap permasalahan bangsa,” kata Din yang datang seorang diri ke Istana.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Din mengaku ingin mengonfirmasi beberapa hal kepada Presiden Jokowi.

“Hanya untuk mengonfirmasi baik sikap saya pribadi di dalam lingkaran keumatan, dan juga untuk mendapatkan konfirmasi dari beliau sendiri, Bapak Presiden tentang sikapnya terhadap permasalahan bangsa,” kata Din di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Dalam pertemuan itu, Din mengaku mendapat kepastian dari pernyataan Presiden Jokowi. Dia yakin, Jokowi tegas dan ingin memimpin pembangunan bangsa dalam kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

“Dan semakin meyakinkan saya bahwa sikap Presiden Jokowi sangat jelas dan tegas beliau ingin memimpin pembangunan bangsa ini dalam kebersamaan seluruh elemen masyarakat, seluruh kelompok umat beragama,” katanya.

Din dan Jokowi juga sempat menyinggung soal kasus Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Seperti diketahui, Ahok kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

“Tidak ada satu pun yang dianakemaskan dan dianaktirikan. Dan oleh karena itu kepada masyarakat luas pula untuk bisa mempercayai ini, termasuk secara khusus, walau pun sangat selintas tadi kami diskusikan kasus Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Ini beliau sebagaimana sering diulang-ulang tidak mau mengintervensi proses hukum dan tidak akan melindungi. Dan oleh karena itu ini harus kita percayai,” tambah mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini. [Voai]
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment