Ternyata Saudi Sudah Ketahui Koordinat Lokasi Rumah Sakit Sebelum Lakukan Serangan

msf150490.jpg

Selasa, 16 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, HAJJAH – Dokter Tanpa Batas (MSF) menyatakan bahwa pihaknya telah berulang kali memberitahukan koordinat lokasi dimana rumah sakitnya berada di Yaman kepada pihak koalisi Saudi maupun pihak pasukan Yaman, jauh sebelum rumah sakit itu dijadikan target serangan oleh serangan udara koalisi pada Senin (15/08) kemarin. (Baca juga: Reporter TV al-Masirah Ungkap Kejahatan Saudi di Yaman; Video)

Screenshot002“Gambar pertama setelah serangan di rumah sakit Abs. Koordinat GPS berulang kali telah diberitahukan kepada semua pihak dalam konflik #Yaman, “ demikian bunyi pernyataan MSF dalam akun twitter resmi organisasi tersebut. (Baca juga: Saudi Bombardir Rumah Sakit Pasca Habisi Anak-anak di Sekolah Yaman)

Sebelumnya pada hari Senin, sebuah serangan udara yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin Saudi telah menghancurkan rumah sakit yang didukung MSF di Hajjah, Yaman. Laporan terbaru MSF hari ini, Selasa (16/08)  ledakan itu menewaskan sebelas orang, termasuk seorang staf MSF, dan dua pasien lagi meninggal saat dibawa ke rumah sakit Al Jamhouri. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya yaitu 6 orang.

Arab Saudi telah menyerang Yaman sejak Maret lalu untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Agresi yang dipimpin Saudi sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 9.800 orang Yaman, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak. (Baca juga: Realitas Kejahatan Saudi, PBB dan Dunia Atas Rakyat Yaman)

Pada awal tahun ini, Arab Saudi telah menekan Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk menghapus koalisinya dari daftar hitam kelompok yang membunuh anak-anak Yaman. Saudi disebut-sebut telah mengancam untuk menahan dana bagi pengungsi dan Ban Ki-moon tidak berdaya dengan ancaman itu.

Kemandulan PBB dalam menghukum Saudi sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan itu diungkap analis politik Catherine Shakdam dalam artikel yang ditulisnya pasca pemboman sebuah sekolah beberapa hari lalu.

“Sejak 25 Maret 2015, ketika Arab Saudi secara sepihak menyatakan perang terhadap Yaman, seluruh bangsa itu telah mengalami kekejian yang tak terperi. Begitu tak terperi sehingga mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa PBB bahkan terus menghindar dari memberi konsekuensi tegas atas pelanggaran hak asasi manusia tersebut,” tulis Shakdam. (voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment