Teroris Kalah Telak di Aleppo Pasca Kegagalan Hillary di Pemilu AS

tentara-suriah-aleppo-aljazeera

Selasa, 15 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, ALEPPO – Kabar tentang kekalahan capres Amerika Hillary Clinton dari lawannya, Donald Trump, disebut-sebut telah mempengaruhi medan perang di Suriah dimana para pemberontak mengalami keruntuhan moral. Akibatnya dalam tiga hari terakhir mereka kehilangan banyak wilayah di Aleppo.

Seperti dilaporkan The Guardian, 14 November lalu, pesawat-pesawat udara Suriah menjatuhkan flyer di wilayah yang dikuasai pemberontak di barat daya Aleppo yang berisi himbauan agar para pemberontak meninggalkan wilayah tersebut atau akan mengalami nasib seperti para komandan mereka yang tewas.

“Satu tempat dimana kemenangan Donald Trump berdampak cepat adalah medan perang di sekitar Aleppo,” tulis laporan itu.

“Sejumlah laporan di beberapa medan pertempuran mengabarkan tentang runtuhnya moral para pemberontak yang telah melakukan serangan ke wilayah barat-daya Aleppo, setelah harapan intervensi militer Amerika hancur berkeping-keping setelah kalahnya Hillary Clinton,” tambah laporan itu.

Akibat kekalahan itu para pemberontak berusaha keras menambah kekuatan untuk mencegah kehancuran total. Tanpa dukungan serangan udara Rusia, pasukan Suriah dan sekutu-sekutunya dari Iran, Irak, Lebanon, Palestina hingga Afghanistan berhasil membebaskan seluruh wilayah kopleks apartemen 1070, distrik Minyan dan distrik Al-Assad. Kini mereka tengah menggelar operasi untuk membebaskan Khan Tuman yang menjadi basis serangan pemberontak ke wilayah barat daya Aleppo.

Selain kabar kekalahan Hillary Clinton, salah satu tokoh neo-konservatif yang sangat pro-Israel, kedatangan armada laut Rusia di lepas pantai Suriah juga turut memperparah kejatuhan moral para pemberontak. Dengan 50 pesawat tempur di geladak kapal induk Admiral Kuznetsov dan rudal-rudal jelajah yang dimiliki kapal-kapal perang dan kapal selam armada tersebut, membuat para pemberontak hilang harapan untuk bisa tetap bertahan.

Para pemberontak Suriah hingga negara-negara pendukungnya memang patut ketakutan dengan prospek perang yang mereka kampanyekan di Suriah karena kehadiran armada tersebut. Dipimpin oleh Admiral Kuznetsov, armada ini juga diperkuat oleh kapal jelajah tempur Peter the Great yang merupakan kapal perang non-kapal induk terbesar di dunia, dua kapal selam bertenaga nuklir dan sejumlah kapal perang lainnya. Peter the Great bahkan dilengkapi dengan dua sistem pertahanan udara S-300 sekaligus.

Armada ini telah berada di lepas pantai Suriah dalam beberapa hari terakhir dan masih menunggu perintah dari Presiden Putin untuk melancarkan serangan dengan rudal-rudal jelajahnya yang ditakuti. Sejumlah laporan menyebutkan beberapa pesawat tempur mata-mata telah dikirim oleh Admiral Kuznetsov untuk mengamati medan pertempuran di Aleppo. Kapal-kapal perang Rusia itu sekaligus mencegah kemungkinan serangan udara Amerika terhadap pasukan Suriah.

Selain dampaknya kepada para pemberontak Suriah, kekalahan Hillary Clinton juga membungkam para pejabat dan media-media utama barat dari tuduhan kejahatan perang kepada Suriah dan Rusia di Aleppo. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment