Terowongan Teroris Dekat Damaskus Berhasil Dihancurkan Tentara Suriah

terowongan-teroris.jpg

Sabtu, 26 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, DAMASKUS – Pasukan pemerintah Suriah telah menemukan dan menghancurkan terowongan panjang yang digunakan oleh militan Takfiri selama operasi kontra-terorisme di pinggiran ibukota, Damaskus.

Sumber-sumber militer yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita resmi Suriah SANA pada hari Kamis bahwa tentara dan pejuang pro-pemerintah dari kelompok pertahanan populer menemukan terowongan dengan panjang 250 meter dan lebar satu meter di kota Harasta, terletak sekitar 8 kilometer sebelah timur laut dari Damaskus. (Baca juga: Video Detik-Detik Peledakan Markas ISIS)

00-01-1-terowongan-teroris

Sumber itu juga menambahkan bahwa teroris dari kelompok Jaysh al-Islam, yang sebelumnya dikenal dengan Liwa al-Islam, telah menggunakan terowongan untuk mentransfer militan selain amunisi, dan menyusup ke daerah yang dikuasai pemerintah. (Baca juga: Terowongan ISIS Dihancurkan Pasukan Suriah)

Tentara Suriah kemudian menempatkan bahan peledak di dalam terowongan, dan menghancurkan semua struktur terowongan yang dibangun oleh militan.

Lima militan Takfiri terluka dirawat di Israel

Sementara itu, seorang pejabat militer Suriah telah mengungkapkan bahwa lima teroris Takfiri terluka selama pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah Suriah, telah dilarikan ke beberapa rumah sakit Israel dan menerima perawatan medis disana.

Pejabat itu mengatakan militan Tawhid al-Janoub menderita luka tembak di lapangan setelah bentrokan dengan polisi militer Suriah di distrik Dara’a al-Balad, barat daya kota Dara’a, yang terletak sekitar 90 kilometer selatan Damaskus, pada Kamis.

Lebih dari 10 teroris tewas

Secara terpisah, tentara Suriah berhasil membangun kontrol penuh atas lingkungan Hananu, barat laut Aleppo, yang terletak 355 kilometer utara ibukota Damaskus, Jumat (25/11), setelah beberapa hari baku tembak dengan Takfiri.

Hananu digunakan sebagai benteng utama kelompok-kelompok militan di timur Aleppo sejak 2012, dan militan menggunakan daerah itu untuk memulai serangan terhadap wilayah di bawah kendali pasukan pemerintah di kota yang terbagi. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment