TERUNGKAP! 94.000 Jama’ah Haji Tewas dalam 14 tahun Akibat Salah Penanganan

mac40_hajj_carousel01.jpg

Minggu, 11 September 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Bocoran dokumen dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengungkap bahwa lebih dari 90.000 jamaah telah kehilangan nyawa mereka selama ritual haji di Mekah dalam 14 tahun terakhir. Bocoran dokumen ini diungkap dalam sebuah laporan media.

Surat kabar berbahasa Arab al-Akhbar mengatakan bahwa pihaknya memiliki 3121 dokumen yang mengungkap jumlah yang tepat dari jamaah haji yang tewas saat melakukan ritual haji sejak tahun 2002. (Baca juga:Aneh Sebagian Jasad Korban Tragedi Mina Terbakar, Kenapa?)

Dokumen-dokumen itu berisi informasi rinci, termasuk nama-nama, kebangsaan, usia dan tanggal kematian dari para peziarah haji.

Angka yang dirilis surat kabar al-akhbar berdasarkan bocoran informasi dari Kementerian Kesehatan Saudi itu sangat jauh lebih tinggi dari angka resmi yang dirilis oleh rezim Saudi yang menyebut sekitar 3.200 jemaah Haji telah meninggal selama periode 1990-2015. (Baca juga:VIDEO Terbaru Tragedi Mina, Betapa Kejamnya Tentara Saudi!)

“Ini berarti bahwa Arab Saudi tidak hanya berbohong kepada opini publik tentang insiden tragis Mina, tetapi memang kebohongan ini telah menjadi kebijakan konstan sepanjang tahun,” kata beberapa analis media.

Pada tanggal 24 September 2015, Tragedi desak-desakan jama’ah haji di Mina telah menyebabkan kematian sedikitnya 7.000 peziarah yang tercekik kehausan , terinjak-injak, atau terlambat mendapat penanganan selama haji tahunan di Mina, Mekkah, menjadikannya bencana Haji paling mematikan dalam sejarah.(Baca juga:Film “The Shortness of Breath” (Sesak napas) Menceritakan Tragedi Mina)

Penggunaan perusahaan keamanan G4S yang merupakan perusahaan binasional di bawah kendali Zionis Israel, serta permainan licik MOSSAD dan kepentingan kerajaan Saudi dianggap bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Meski begitu, kali ini Saudi kembali menyerahkan keamanan haji di Baitullah tahun ini, kepada perusahaan penyedia jasa keamanan milik Zionis Israel yang sama. (VOAI)

SUMBER: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment