Tolak Lepaskan Niqab, Muslimah Italia Didenda 30.000 Euro

niqab

Minggu, 13 November 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, ROMA – Seorang wanita Muslim asal Albania yang tinggal di Italia, telah didenda sebesar 30.000 euro karena menolak melepaskan jilbab yang menutupi wajah yang dikenal dengan sebutan niqab dalam sebuah pertemuan di balai kota.

Harian Italia Messaggero Veneto melaporkan pada hari Jum’at (11/11) bahwa Wanita 40 tahun itu mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dalam pertemuan parlemen pemuda di San Vito al Tagliamento, sebuah komune di provinsi Pordenone Italia, bulan lalu. (Baca juga: Pelarangan Burkini dan Phobia Terselubung)

Menurut laporan itu, dia diminta oleh walikota untuk membuka niqabnya agar bisa diidentifikasi tetapi menolak.

Setelah keluhan hukum yang dilakukan oleh walikota, wanita yang telah tinggal di Italia selama 16 tahun itu awalnya dihukum empat bulan penjara dan denda 600 euro. Namun pengadilan yang lebih tinggi kemudian merubah hukuman dan menaikkan denda sampai 30.000 euro setelah dia mengajukan banding terhadap putusan asli.(Baca juga: RASIS! Atlet Anggar Dunia Asal AS Dipaksa Lepas Jilbab untuk Tanda Pengenal)

Tidak ada larangan resmi mengenai jilbab di Italia; Namun, hukum Italia mengharuskan orang tidak menutup kepala dan wajah di tempat umum tanpa “alasan penting.”

Pengadilan Kehakiman Eropa, bagaimanapun, sebelumnya telah membuat keputusan yang menyatakan ilegal untuk memecat seorang wanita karena ia memakai jilbab saat bekerja.(Baca juga: Dukungan PM Perancis Terhadap Pelarangan Jilbab Memicu Protes)

Kerudung kepala oleh perempuan adalah praktek yang umum di antara banyak agama-agama dunia, termasuk Yahudi dan Kristen. (Voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment