Trump Ingin Stop impor Minyak, Saudi Khawatir

al

Kamis, 17 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RIYADH – Arab Saudi telah menyuarakan keprihatinan atas pernyataan yang dibuat oleh Presiden terpilih AS Donald Trump untuk memblokir impor minyak dari kerajaan itu.

Dalam kampanyenya, Trump bersumpah untuk mengamankan kemerdekaan sektor energi AS dari “musuh kita dan kartel minyak” dan “memastikan kemandirian energi Amerika.”

Ungkapan Trump ini mengacu kepada Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Saudi mengatakan Trump harus berhati-hati sebelum membuat keputusan drastis seperti itu.

“Di hatinya Presiden terpilih Trump akan melihat manfaat dan saya pikir industri minyak juga akan menasihati dia bahwa menghalangi perdagangan produk apapun adalah tidak sehat,” kata Menteri Energi Saudi dan ketua Aramco Khalid Al-Falih kepada Financial Times seperti dikutip Russia Today, Rabu (16/11).

Pemimpin de facto OPEC itu adalah pemasok minyak Timur Tengah terbesar untuk Amerika Serikat. Namun, sebagian besar minyak Amerika diproduksi di dalam negeri atau diimpor dari Kanada. Saudi memiliki pangsa 11 persen impor minyak mentah AS, sementara Kanada memiliki 40 persen. Total pangsa impor OPEC untuk minyak AS adalah 31 persen.

“AS adalah semacam pembawa bendera kapitalisme dan pasar bebas,” ujar Al-Falih. “AS terus menjadi bagian yang sangat penting dari industri global yang saling berhubungan, yang berurusan dengan komoditas yang dapat digantikan yang minyak mentah. Sehingga memiliki pemerataan melalui perdagangan bebas sangat sehat untuk minyak, “katanya.

Menurut Falih, Saudi sedang menunggu kepemimpinan Trump, karana kampanye presidensialnya memiliki banyak pemgumuman yang mungkin berubah. (Voai)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment