Trump Ungkap KeJahatan Arab Saudi dalam Perang Suriah

trump-dan-king-salman

VOA-ISLAMNEWS.COM, WASHINGTON – Donald Trump, adalah orang nomor satu di AS saat ini yang telah memenangkan pilpres, setelah hasil pemungutan suara yang menunjukkan 270 suara memilihnya dan mengungguli saingannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton. (Baca: Donald Trump dan Hillary Clinton, Fase Suram Kepemimpinan di AS)

Dengan pernyataan kerasnya yang melawan negara-negara Arab yang membuat orang-orang takut akan terulangnya pengalaman yang pernah terjadi pada pemerintahan presiden AS sebelumnya yakni George W. Bush dan perang yang berlangsung yang membawa kesengsaraan pada wilayah tersebut, serta kemungkinan besar Trump akan mengambil keputusan yang menciptakan “bencana” ketika ia sampai di Gedung Putih. (Baca: Analis; Telanjangi Kemunafikan Donald Trump)

“Kairo Gate” menyebutkan bahwa Trump sejak awal kampanyenya tidak pernah berhenti memberikan ancaman dan isyarat hukuman bagi negara-negara Arab, terutama Teluk karena negara-negara itu tidak menjalankan perintah, melayani dan loyal terhadap kebijakan AS di kawasan dalam beberapa dokumen.

Dalam salah satu wawancaranya, Trump mengarahkan ancaman kepada Saudi dan negara-negara Teluk dengan denda karena tidak mengirim pasukan daratnya untuk memerangi ISIS di Suriah. Selain itu, ia memprediksi kehancuran Saudi akibat hilangnya dukungan AS terhadap Saudi. (Baca: Kehadiran AS dan Arab Saudi di Suriah Ilegal)

Kemenangan Trump tidak hanya berupa pandangan sinis terhadap negara-negara Teluk saja, bahkan di luar itu Trump menyerang Arab Saudi dengan dokumen yang terkait dengan krisis Suriah, dimana Trump kembali menyerang dalam salah satu pertemuan kampanyenya dengan pengungsi Suriah dan menyebut mereka sebagai “tentara teroris”. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment