Tuduh Turki Sebagai Sarang Aktivitas Terorisme, Ankara Kecam Jerman

screenshot003.jpg

Kamis, 18 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Ankara mengecam pemerintah Jerman atas bocoran dokumen baru-baru ini yang menunjukkan bahwa Turki telah berubah menjadi sarang bagi kelompok-kelompok teroris. Pemerintah Turki menekankan bahwa klaim tersebut ditujukan untuk menargetkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Awal pekan ini, lembaga penyiaran publik Jerman, ARD, menerbitkan sebuah laporan rahasia pemerintah, tertanggal 10 Agustus yang mengatakan Turki telah menjadi “platform utama” bagi aktivitas terorisme di Timur Tengah.

Menurut dokumen yang disusun berdasarkan informasi dari dinas intelijen yang dikutip dalam respon rahasia dari Kementerian Dalam Negeri itu, pemerintah Turki bahkan sengaja memperdalam komunikasi dengan organisasi teror.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (17/08) kemarin, Kementerian Luar Negeri Turki bereaksi terhadap laporan tersebut, dengan mengatakan, “Tuduhan itu adalah manifestasi baru dari mentalitas bengkok, yang selama beberapa waktu telah berusaha untuk menjatuhkan negara kami, dengan menargetkan presiden dan pemerintah kami.”

Lebih lanjut Ankara juga menuduh “beberapa kalangan politik di Jerman” mengadopsi “sikap standar ganda dalam memerangi teror.”

“Sebagai negara yang tulus berjuang melawan teror dari setiap jenis apa pun sumbernya, Turki mengharapkan bahwa mitra dan sekutu lainnya bertindak dengan cara yang sama,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Jerman, Johannes Dimroth, mengatakan dokumen pemerintah itu hanya ditandatangani oleh wakil menteri, dan bahwa baik menteri dalam negeri maupun Kementerian Luar Negeri tidak terlibat terlibat.

Turki berulangkali dituding menyokong kelompok radikal di Suriah dengan senjata untuk memerangi kelompok Kurdi. Ankara khawatir kaum Kurdi bisa mendirikan negara di utara Suriah.

Negara anggota NATO itu juga lebih aktif melancarkan serangan terhadap YPG, pasukan Kurdi yang berperang melawan ISIS.

Sebelumnya, mantan penasihat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS), David Phillips, yang mengungkap bahwa Turki sudah terang-terangan memberikan dukungan material kepada ISIS.

Dari dalam negerinya sendiri, seorang perawat membeberkan ada hubungan antara keluarga Erdogan dengan ISIS. Perawat yang bekerja untuk korps medis rahasia di tenggara Turki, dekat perbatasan dengan Suriah, mengungkapkan.

Ketegangan telah meningkat antara Ankara dan Berlin dalam beberapa bulan terakhir. Awal tahun ini, presiden Turki Erdogan bereaksi marah atas siaran lagu satir tentang dirinya di televisi Jerman dan menuntut tindakan hukum terhadap komedian yang telah menulisnya. (Voai)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment