Turki Panggil Dubes AS Terkait Kritik Soal Operasi di Suriah

dubes

Rabu, 31 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Ankara memanggil duta besar AS setelah Washington mengkritik serangan Turki ke Suriah utara.

Pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic mengumumkan bahwa John R. Bass telah dipanggil untuk dimintai keterangan atas kritik AS yang “tidak dapat diterima” mengenai ruang lingkup kegiatan Turki di Suriah.

Pada tanggal 24 Agustus, pasukan khusus Turki, tank dan jet tempur yang didukung oleh pesawat dari koalisi pimpinan AS melancarkan serangan terkoordinasi pertama mereka di Suriah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter menyerukan kepada pemerintah Turki untuk berhenti menyerang pasukan Kurdi yang didukung AS di Suriah dan untuk fokus pada serangan terhadap kelompok teroris ISIS Takfiri.

Pentagon juga menyerukan segera penghentian bentrokan antara pasukan Turki dan pasukan Kurdi di Suriah pada hari Senin, dan mengatakan pertempuran “tidak dapat diterima” dan “sumber keprihatinan yang mendalam.”

Bilgic juga menekankan bahwa AS harus menghormati jaminan bahwa pasukan Kurdi Suriah (PYD) akan menarik diri ke timur Sungai Efrat.

Pasukan YPG bersikeras bahwa mereka telah menarik diri ke timur dari Efrat sejalan dengan AS dan tuntutan Turki.

Ankara menganggap YPG dan PYD sebagai sekutu dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang telah berjuang untuk wilayah otonomi Kurdi di Turki sejak tahun 1980-an. YPG, yang mengontrol hampir seluruh perbatasan utara Suriah dengan Turki, tengah berjuang melawan ISIS.

Selain itu, Bilgic membantah pengumuman AS yang dikonfirmasi oleh pasukan Kurdi, bahwa gencatan senjata telah dicapai antara pasukan Turki dan Kurdi di Suriah.

“Kami sedang menunggu untuk melihat apakah AS berkomitmen untuk janjinya, bahwa setelah operasi Manbij tidak ada anggota PYD [Democratic Union Party] atau YPG [Unit Perlindungan Rakyat Kurdi] akan tinggal di barat Efrat,” katanya.

“Tujuan dari operasi Perisai Efrat adalah jelas,” lanjutnya. “Operasi itu dilakukan sesuai dengan hukum internasional untuk melindungi kedaulatan kami, dan menghormati kesatuan Suriah. Operasi akan terus berlanjut selama teror dari daerah itu mengkhawatirkan warga Turki.”

Sebelumnya, militer Turki mengumumkan bahwa tiga tentaranya telah terluka parah setelah tank mereka dihantam serangan roket dari kota perbatasan Suriah Jarablus.

Turki harus menghentikan serbuan ke Suriah

Sementara itu, Iran telah menyuarakan keprihatinan atas operasi militer lanjutan Turki di tanah Suriah.

“Peningkatan ruang lingkup kegiatan di Suriah utara akan mengakibatkan kematian banyak warga sipil. Militer Turki harus cepat mengakhiri operasinya di Suriah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi.

Dia mencatat bahwa meskipun penting untuk keamanan regional, memerangi terorisme tidak harus melanggar kedaulatan suatu negara dan harus dilakukan dengan koordinasi dengan pemerintah Suriah. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment