Ultah Pramuka Ke-55, Inilah Pesan Jokowi Kepada Muda-Mudi Indonesia

13937896_1771436859800812_6759253322143780691_o.jpg

VOA-ISLAMNEWS.COM, CIBUBUR – Bertepatan dengan hari ulang tahun Pramuka yang ke-55 pada tahun 2016 ini, Presiden Joko Widodo berpesan kepada muda-mudi yang ada di Gerakan Pramuka untuk menyiapkan diri menjadi generasi muda Indonesia yang kuat dan tangguh. Pesan tersebut disampaikannya di hadapan peserta Jambore Nasional ke-10 tahun 2016, di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Minggu pagi 14 Agustus 2016.

“Siapkan diri menjadi anak muda yang produktif, anak muda penuh optimisme, anak muda yang memiliki daya juang yang tinggi, anak muda yang tidak takut bersaing, anak muda yang pantang menyerah,” tegas Presiden yang pagi itu nampak mengenakan seragam Pramuka.

Bukan tanpa alasan Presiden Joko Widodo menyerukan hal tersebut. Sebab, menurutnya, sebagai bangsa yang besar Indonesia akan terus dihadapkan pada tantangan yang juga besar. Oleh karenanya, di hadapan sekitar 25 ribu anggota Pramuka, Presiden menyebut bahwa kemampuan untuk berkompetisi amat diperlukan untuk menyongsong tantangan tersebut.

Jokowi Pimpin Upacara

“Sebagai bangsa yang besar, tantangan yang harus kita hadapi juga besar. Mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pengangguran. Ke depan, seiring dengan kompetisi yang terjadi antarnegara, antarkawasan, maka kita juga dihadapkan dengan tantangan untuk memiliki daya saing dan produktivitas yang tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Presiden juga mengajak Gerakan Pramuka untuk mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Media sosial disebut Presiden sebagai teknologi yang harus dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan Gerakan Pramuka dan mengajak muda-mudi lainnya untuk bergabung.

“Namun, saya juga mengingatkan kepada kita semuanya, agar media sosial jangan dipergunakan untuk hal-hal yang tidak produktif. Apalagi dipergunakan untuk mencela, jangan! Untuk mengumpat, jangan! Untuk merendahkan orang lain, jangan! Untuk menjelekkan orang lain, jangan! Untuk menebar kebencian, jangan!” imbuh Presiden.

Melalui peringatan Hari Pramuka tahun ini, Presiden Joko Widodo yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, juga berharap agar Gerakan Pramuka menemukan momentumnya agar kembali diminati sebagai ajang pembelajaran muda-mudi Indonesia.

“Saya berharap Hari Pramuka tahun ini menjadi momentum bagi Gerakan Pramuka untuk kembali ke semangat anak-anak muda, untuk kembali menjadi ajang pembelajaran anak-anak muda yang keren, asyik, dan menyenangkan,” ujar Presiden.

Ditemui oleh para jurnalis usai acara berlangsung, Presiden Joko Widodo menerangkan bahwa dirinya telah bertemu dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault agar pembinaan anak muda melalui kegiatan Pramuka lebih digiatkan lagi. Presiden juga menginformasikan bahwa dalam Jambore Nasional kali ini, perwakilan dari 9 negara lain juga turut serta di dalamnya.

“Kalau kita lihat tadi anak-anak muda semuanya sebetulnya ingin sekali ikut dalam kegiatan-kegiatan Pramuka. Yang hadir pagi hari ini 25 ribu dari seluruh kabupaten/kota dan provinsi yang ada di Indonesia. Semuanya mengirim delegasinya dan kita lihat semuanya memiliki kekhasan masing-masing, ada kegiatan masing-masing. Saya kira inilah sebuah pertukaran kegiatan antarkota, kabupaten, dan provinsi, juga dari 9 negara lain yang ikut bergabung dalam kegiatan Jambore Nasional yang diadakan di Cibubur ini,” ucapnya.

Presiden Joko Widodo dengan didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo hadir di lokasi sekitar pukul 07.50 WIB dengan mengenakan seragam Pramuka. Keduanya disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault.

Selain hadir dan memberikan sambutan, Presiden Joko Widodo juga secara resmi membuka pelaksanaan Jambore Nasional ke-10 Tahun 2016. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan Anugerah Penghargaan Gerakan Pramuka. Penghargaan tersebut diberikan kepada 38 orang yang dianggap berkontribusi besar dalam Gerakan Pramuka. Salah satu penerima anugerah tersebut adalah Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, yang mendapat Anugerah Penghargaan Tertinggi Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas Kencana.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memberikan anugerah kepada 37 orang lainnya dalam bentuk:

  1. Lencana Mabida Peduli (3 orang);
  2. Lencana Melati (15 orang);
  3. Lencana Darma Bakti (5 orang);
  4. Lencana Satyawira Madya (8 orang);
  5. Lencana Karya Bakti (1 orang);
  6. Lencana Pancawarsa Utama (1 orang);
  7. Lencana Teladan (4 orang).

Di antara ke-37 orang penerima anugerah tersebut, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Gubernur Banten Rano Karno, dan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga termasuk di dalamnya.

Acara yang bertemakan “Bangun Karakter Kaum Muda Melalui Kegiatan yang Keren, Gembira, dan Asyik” ini juga dimeriahkan dengan pemecahan rekor MURI dalam bentuk penerbangan seribu model pesawat ringan (chuck glider) oleh seribu peserta Jambore Nasional. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengawalinya dengan melemparkan pesawat ringan masing-masing ke udara untuk kemudian diikuti oleh peserta lainnya.

Hadir dalam peringatan Hari Pramuka tahun ini di antaranya ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Jaksa Agung H.M. Prasetyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Johan Budi S.P. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment