Upaya Kudeta Gagal, Erdogan Ambil Alih Kontrol Militer dan Intelijen Turki

image67-696x522-e1469862438572.jpeg

Sabtu, 30 Juli 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, ANKARA – Menurut seorang pejabat parlemen Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan, sedang melakukan perombakan militer besar-besaran di negara itu menyusul upaya ‘kudeta’ yang gagal. Erdogan berusaha untuk menempatkan angkatan bersenjata dan badan intelijen nasional (MIT) Turki di bawah kendali presiden langsung.

Setelah pertemuan lima jam Dewan Agung Militer Turki, dipimpin oleh Perdana Menteri Binali Yildirim dan termasuk para petinggi negara, Erdogan mengumumkan keputusannya untuk tetap menempatkan Hulusi Akar sebagai kepala angkatan bersenjata. Selain itu Erdogan juga memutuskan komandan tentara, angkatan laut dan angkatan udara tetap di pos-pos mereka.

Hanya perubahan kecil dibuat untuk jajaran tertinggi militer, namun sekitar 40 persen dari jenderal dan laksamana, bersama dengan hampir 1.700 personel militer negara itu, ditahan, hal ini terkait pernyataan Erdogan yang menyebut bahwa kekuatan militer terbesar kedua NATO membutuhkan “darah segar.” (Baca juga:Netizen Sebut Erdogan Sutradarai Kudeta Palsu di Turki)

Menurut media Turki, tujuan Erdogan untuk menempatkan pasukan militer dan intelijen negara itu berada di bawah kendali presiden, akan memerlukan amandemen konstitusi. Untuk melakukan itu, Erdogan harus mendapatkan dukungan dari partai-partai oposisi di parlemen, sesuatu yang oleh banyak pihak dikatakan bisa dicapai, pasca apa yang terjadi di Turki.

“Presiden mengatakan bahwa … ia akan membicarakan dengan pihak-pihak oposisi untuk menjadikan membawa Staf Umum dan MIT (badan intelijen Turki) di bawah kendali presiden,” kata pejabat parlemen tersebut sebagaimana dikutip Sputnik, Sabtu (30/07). (Baca juga:Buntut Kudeta, Erdogan Tutup 1.043 Sekolah dan 15 Universitas dalam Sehari)

Menurut Jason ditz dari AntiWar.com, militer Turki secara historis menikmati gelar besar otonomi, memahami dirinya sebagai “pelindung” demokrasi di Turki. Hal ini telah menyebabkan banyak kudeta yang sukses dalam sejarah Turki baru-baru ini, setelah militer mulai merasa otonomi terancam oleh pemerintah. Erdogan telah mendorong untuk membatasi otonomi ini.

“Jika Erdogan berhasil membawa kekuatan-kekuatan itu di bawah kendalinya, maka hal itu akan menandai pergeseran bersejarah dalam perimbangan kekuatan di negeri ini, “perubahan dramatis untuk struktur Turki,” menurut ditz. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment