Update Operasi Pembebasan Mosul; 16 Tentara AS Tewas dan 27 Lainnya Luka-Luka

20161108_134356_as_di_mosul.jpg

Rabu, 9 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, RUSIA – Sumber militer Rusia di Moskow, pada hari Selasa, mengatakan bahwa Amerika Serikat telah kehilangan 16 tentara dan 27 lainnya terluka selama operasi pembebasan Mosul.

Sumber itu, juga menambahkan bahwa “sebagian besar kematian adalah hasil dari pemboman udara sebagai akibat dari buruknya koordinasi antara unit penerbangan AS dan pasukan khusus yang ada di darat, di mana dua tentara tewas akibat pemboman AS B-52.” [Baca; MENGERIKAN! Kuburan Massal Dengan Jasad Terpenggal Ditemukan Dekat Mosul]

Selain itu, juga menekankan bahwa “dalam waktu dua minggu pasukan koalisi dari pertempuran yang dipimpin oleh Amerika Serikat telah gagal mencapai sukses besar,” dan menyatakan bahwa “kesuksesan adalah bagian dari operasi pasukan Irak dan Unit Mobilisasi Populer atau yang lebih dikenal dengan pasukan relawan.”

Sumber militer Rusia juga menyebutkan bahwa “Demokrat di Gedung Putih melihat pembebasan Mosul adalah kartu truf untuk game pemilihan dan untuk memastikan kemenangan calon presiden Demokrat Hillary Clinton, alasan utama bahwa Senat mendorong eskalasi operasi militer di Mosul, tanpa memperhitungkan kerugian besar di jajaran tentara AS.

Helikopter AS dan Pesawat Inggris Ditembak Jatuh

Seperti dilaporkan Veterans Today, 2 November lalu dengan mengutip sumber-sumber resmi keamanan Irak, pada bulan Maret 2015 sekelompok pejuang Al-Hashad Al-Shabi Irak menembak jatuh helikopter Amerika yang tengah membawa senjata bagi kelompok ISIS di Al-Baghdadi, Provinsi Al-Anbar. Sebulan sebelumnya dua pesawat pengangkut Inggris juga ditembak jatuh saat hendak membagikan senjata kepada kelompok ISIS di Al-Anbar province.

“Komisi Keamanan Nasional Parlemen Irak memiliki foto kedua pesawat Inggris itu, yang ditembak jatuh dengan membawa senjata-senjata untuk ISIS,” kata al-Zameli, pejabat keamanan Irak kepada media Irak seperti dikutip Veterans Today. [Baca; Zakharova; Warga Mosul Dibantai ISIS dan Koalisi Pimpinan AS]

Ia menambahkan bahwa selain menerjunkan bantuan senjata, helikopter dan pesawat-pesawat itu juga membawa pergi para komandan dan anggota teroris yang terluka untuk dirawat di tempat-tempat tertentu yang terdapat fasilitas medis untuk para pemberontak di Suriah, Irak, Israel dan Turki.

Ia menyebutkan aksi tersebut membuat operasi pembebasan Al Anbar dari para teroris berjalan lambat. “Ketika pasukan dan milisi Irak merebut al Anbar, helikopter-helikopter Amerika membawa para pemimpin ISIS ke tempat-tempat lain untuk mencegah aparat keamanan Irak mendapatkan dokumen-dokumen yang membuka kedok Amerika di Irak.

Sementara itu Veterans Today juga melaporkan bahwa pasukan Irak berhasil menemukan gudang senjata kelompok ISIS yang berisi rudal-rudal buatan Amerika di selatan kota Mosul, Senin akhir Oktober lalu.

“Sejumlah rudal buatan Amerika ditemukan di wilayah al-Shoura di selatan Mosul,” tulis laporan itu mengutip sumber lokal. [Baca; Hashd al-Shaabi Kuasai Penuh Jalur Mosul-Raqqa]

Para pejabat militer Irak juga menyebutkan bahwa kelompok ISIS telah mengirim sejumlah besar senjata buatan Amerika ke wilayah Tal Afar dalam beberapa hari terakhir, untuk menghadapi serangan pasukan dan pejuang Irak.

“Para teroris ISIS telah mengirimkan rudal-rudal anti-tank TOW ke Tal Afar dan ini membuktikan bahwa mereka telah bersiap untuk melakukan perang panjang,” kata seorang pejabat militer Irak. [VOAI]

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment