Vitaly Churkin: Inggris Punya Kepentingan Bisnis dalam Perang Yaman

churkin-un-chemical-report

Rabu, 2 November 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, NEW YORK – Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mengeluarkan kritik pedas terhadap Inggris pada hari Senin (31/10), menunjukkan bahwa Inggris sebagai pengawas untuk file Yaman di DK PBB, memiliki kepentingan tersendiri, karena Inggris adalah salah satu pemasok terbesar senjata ke negara-negara Teluk yang melakukan pemboman atas Yaman.

Berbicara dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang ditujukan untuk situasi di Yaman, Senin, Churkin menunjukkan bahwa senjata Inggris telah digunakan oleh koalisi yang dipimpin Saudi. (Baca juga:Tak Peduli Nasib Yaman, Inggris Terus Jual Senjata ke Arab Saudi)

“Sudah diketahui, misalnya, bahwa Inggris adalah salah satu pemasok terbesar dari segala macam senjata di kawasan, yang kemudian digunakan untuk memerangi Yaman,” ujar Duta Besar itu sebagaimana dikutip Sputnik, Selasa (01/11).

“Sejak Maret 2015, The Guardian dan The Independent melaporkan bahwa London telah menjual senjata senilai lebih dari 3 miliar poundsterling atau lebih dari $ 5 miliar dolar [ke negara-negara Teluk]. Jumlah uang yang lumayan untuk memenuhi kantong seseorang dari sebuah perang, iya kan? Tapi penduduk sipil dibunuh oleh senjata ini. “ (Baca juga:“Bom Cluster” Buatan AS dan Inggris Jadi Ladang Ranjau di Yaman)

Dalam konteks ini, Churkin meminta anggota Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan “bagaimana sebuah negara yang memiliki kepentingan materi yang jelas dalam kelanjutan konflik dapat mengawasi file Yaman untuk Dewan Keamanan?”

Inggris secara tradisional telah diminta melakukan penyusunan laporan dan draft resolusi Dewan Keamanan soal Yaman. Bulan lalu, Rusia memblokir pernyataan yang dirancang oleh Inggris mengutuk serangan udara Saudi pada pemakaman yang menewaskan ratusan pelayat. Churkin menyebut pernyataan yang tidak menyebutkan nama pelaku atau panggilan untuk penyelidikan apapun atau hukuman untuk mereka yang bertanggung jawab itu, sangatlah lemah. (Baca juga:Oxfam: Inggris Dorong “Perang Brutal” di Yaman)

Menurut Churkin, waktunya telah datang untuk mempertimbangkan kembali status Inggris sebagai pengawas atas file Yaman, karena masih ada anggota lain yang akan segera bergabung dengan badan ini, yang siap untuk “bertanggung jawab dan secara objektif menyelesaikan isu Yaman di Dewan Keamanan. ” (VOAI)
Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment