Warga Sipil di Yaman Jadi Sasaran Empuk Bombardir Saudi

SIPIL

Sabtu, 20 Agustus 2016

VOA-ISLAMNEWS.COM, SANA’A – Puluhan warga sipil, termasuk dua anak, tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka ketika pesawat militer Saudi membombardir rumah mereka melauli serangan udara terbaru di berbagai wilayah pemukiman di negeri yang dilanda krisis, Yaman.

Seorang warga sipil, yang diidentifikasi sebagai Abdullah al-Sharif, kehilangan nyawa bersama dua anaknya ketika pasukan Saudi membombardir rumah mereka di distrik al-Matammah, provinsi al-Jawf di Yaman utara pada hari Jumat sore (19/08). Hal ini dilaporkan jaringan televisi satelit berbahasa Arab al-Masirah.

Jet-jet tempur Saudi itu juga menghantam sebuah pasar terbuka di distrik Khabb wa ashSha’af di provinsi tersebut, meninggalkan setidaknya dua orang tewas dan sembilan lainnya terluka. Sumber-sumber lokal mengatakan jumlah korban diperkirakan akan meningkat karena tingkat kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara rezim Saudi dan koalisinya itu.

Di tempat lain di provinsi pesisir barat Yaman, Hudaydah, empat orang tewas dan sejumlah lainnya terluka ketika jet-jet Saudi menghantam distrik al-Khawkhah.

Kemudian, jet-jet tempur Saudi ini juga menargetkansebuah kendaraan yang sedang melakukan perjalanan di sepanjang jalan di distrik Baqim dari provinsi pegunungan di utara Sa’ada, menewaskan dua penumpang di dalam mobil.

Arab Saudi telah menyerang Yaman sejak Maret lalu untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden yang buron, Mansour Hadi, sekutu dekat Riyadh. Agresi yang dipimpin Saudi sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 9.800 orang Yaman, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak.

Pada awal tahun ini, Arab Saudi telah menekan Sekjen PBB Ban Ki-Moon untuk menghapus koalisinya dari daftar hitam kelompok yang membunuh anak-anak Yaman. Saudi disebut-sebut telah mengancam untuk menahan dana bagi pengungsi dan Ban Ki-moon tidak berdaya dengan ancaman itu.

Kemandulan PBB dalam menghukum Saudi sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan itu diungkap analis politik Catherine Shakdam dalam artikel yang ditulisnya pasca pemboman sebuah sekolah beberapa hari lalu.

“Sejak 25 Maret 2015, ketika Arab Saudi secara sepihak menyatakan perang terhadap Yaman, seluruh bangsa itu telah mengalami kekejian yang tak terperi. Begitu tak terperi sehingga mereka juga harus menghadapi kenyataan bahwa PBB bahkan terus menghindar dari memberi konsekuensi tegas atas pelanggaran hak asasi manusia tersebut. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment