Yusuf Muhammad: Kinerja Pemerintahan Jokowi Terbukti dengan Kesuksesan Tax Amnesty

jokowi-tax-amnesty

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Pada tgl 14 Juli di Istana Negara Jakarta, Presiden Jokowi pernah bilang bahwa di bulan September dana repatriasi akan serbu RI, dan ternyata kini telah terbukti.

Ketika sebelumnya saya menulis tentang “Tax Amnesty Bukti Kejeniusan Jokowi” banyak haters yang bilang program tersebut gagal, namun fakta berbicara bahwa menjelang berkahirnya Tax Amnesty periode I pada tgl 30 September, dana deklarasi yang dilaporkan tembus lebih dari 2.000 Triliun dan dana yang dibawah pulang ke Indonesia (repatriasi) sudah lebih dari 100 Triliun.

Sedangkan dana tebusan yang terkumpul lebih dari 65 Triliun dari target 165 Triliun. Luar biasa banyak ternyata harta orang Indonesia dan kita telah diperlihatkan secara terbuka oleh pemerintah yang transparan diera Jokowi-JK. Sangat miris jika dana sebanyak itu tidak terdata dan luput dari perhatian pemerintah sebelumnya.

Dampak dari Tax Amnesty juga membuat dollar sempat keok tertekan hingga dibawah 13.000 atau tepatnya di level 12.936/dollar AS. Perlu dicatat juga, bahwa program “Tax Amnesty” Jokowi disebut sebagai salah satu yang tersukses di dunia, dan ini baru permulaan, masih ada Tax Amnesty periode II dan periode III hingga Maret 2017.

Sekedar info, sebenarnya rupiah bisa menguat lebih tinggi lagi, namun BI sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya sengaja akan menahan rupiah agar tidak terlalu kuat untuk menjaga fundamental. Menurut BI jika rupiah terlalu kuat juga tidak baik, begitu juga sebaliknya yang penting fundamental dapat dijaga.

Derasnya dana yang masuk ke RI juga akan membuat cadangan devisa negara makin kokoh dan kuat. Tentu semua itu akan berdampak baik bagi masyarakat, namun demikian tidak secara kilat, perlu sedikit kesabaran agar semua segera dapat dirasakan manfaatnya. Tentu semua tidak instan. (Baca: Denny Siregar: Gilanya Tax Amnesty)

Pemerintah telah bekerja keras dengan niat baik membangun bangsa, namun sebagian dari mereka justru ada yang masih suka menghina dan pesimis atas kinerja pemerintah. Semua maunya kayak mie instan, tinggal masak dan dimakan. Ini usuran membangun bangsa dan negara, bukan ngurusin perut satu orang saja.

Para pembenci hanya bisa pesimis, menghujat dan menfitnah. Namun dibalik itu semua banyak harapan yang dinantikan dari pemerintahan Jokowi. Jika tidak dapat mendukung maka cukup diam atau kritiklah yang membangun, dan mendoakan yang baik untuk pemimpin dan bangsa Indonesia. (Baca: Jokowi dan Tax Amnesty Runtuhkan Kedigdayaan Singapura)

Ketahuilah wahai saudaraku, Jokowi bukan lah siapa-siapa, beliau hanya seorang Presiden yang menjalankan amanah dari Tuhan, dan sebagai rakyat sudah sepatutnya kita turut mengawal dan selalu memohon pertolongan dari Tuhan. Semoga dana dari Tax Amnesty akan membawa dampak positif bagi kita semua. Aamiin. (VOAI)

Sumber: Salafynews.com

Related posts

Leave a Comment