Yusuf Muhammad: Peresmian Posko “Rumah Lembang” Ahok dengan Khataman Qur’an, Luar Biasa

posko-pemenangan-ahok-rumah-lembang.png

Sabtu, 27 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Pegiat dan pengamat politik muda medsos Yusuf Muhammad dalam fanpage facebooknya menulis tentang peresmian posko pemenangan Ahok “Rumah Lembang” yang baru saja diresmikan dengan Khataman Qur’an, pasti para pembaca bertanya-tanya?? berikut tulisannya:

Kata siapa “Teman Ahok” kecewa? Bukalah mata anda bahwa “Teman Ahok” tetap bekerja dan berjuang dalam kesenyapan bersama kekuatan 3 parpol pendukung Ahok, yaitu Nasdem, Hanura dan Golkar. (Baca juga: Ahok Inkarnasi Perjuangan Suci Soe Hok Gie)

Ratusan pengunjung yang hadir berebut foto dengan Ahok saat peresmian Posko pemenangan, Kamis (25/8/2016) sekitar pukul 20.15 WIB.

Suatu bentuk sinergi dan kerjasama yang cantik dalam demokrasi kita. Gabungan antara relawan dan parpol yang seakan mengingatkan kita saat masa kampanye pilpres tahun 2014 lalu. Jika dilihat memang hampir mirip fenomenanya, yang mana ada dua kekuatan saling bersatu (relawan dan parpol).

Ada yang bikin saya ‘merinding’ ketika Posko Pemenangan Ahok dipilgub DKI 2017 yang dinamai “Rumah Lembang” ternyata diresmikan dengan menggelar Khataman Al-Qur’an. Ini keren dan luar biasa, yang mana ada perpaduan usaha, kerja cerdas dan dibalut dengan kekuatan do’a kepada Tuhan YME. Sungguh komplit dan Perfect.

Jauh berbeda dengan yang di ‘sebrang sana’, suaranya lantang dengan membangun koalisi “keluarga berencana” tapi lucunya calon Gubernur saja belum punya. Tapi by the way kini mereka sudah punya satu calon yang dikenal sangat ‘menonjol’ ya? Itu loh yang punya pasukan “Angry Bird”. (Baca juga: Denny Siregar: Sandiaga Uno Vs AHOK)

Ahok memang bukan seorang muslim, namun dia hidup dalam lingkungan yang banyak dari kalangan orang muslim, bahkan ibu angkatnya (almarhumah) juga seorang muslimah. Agama bukanlah ukuran kualitas seseorang dapat sukses atau tidak menata sebuah kota, tapi kejujuran dan kesungguhan adalah kuncinya.

Ahok merasa bangga berfoto memakai baju karya seni buatan warga penghuni Rusun Marunda saat meresmikan Posko Pemenangan, Kamis (25/8/2016).

Negara ini susah maju karena banyak orang yang sok nasionalis dan sok agamis, tapi nyatanya semua itu bertolak belakang dengan apa yang diucapkan. Teriak-teriak sok nasionalis dengan slogan “anti asing, China” dan bla bla bla, tapi justru mereka malah memuja-muja Presiden negara asing.

Teriak-tetriak sok nasionalis anti asing, tapi saat Presiden sendiri mengenakan adat budaya lokal justru dihina dan dibuat bahan ejekan. (Baca juga: Ahok dan Pola Pikir Rasis Wakil Ketua MPR ‘Hidayat Nur Wahid’)

Lucunya lagi ada yang menuntut agar Ahok bicaranya santun dan mau masuk Islam, tapi mereka lupa bahwa Tuhannya sendiri melarangnya untuk memaksa. Ada yang menolak dipimpin oleh non muslim (tafir), tapi mereka lupa bahwa pemimpin Indonesia saat ini (Jokowi) adalah seorang muslim yang ramah dan santun.

Ada juga yang teriak-teriak khilafah, tapi mereka lupa bahwa Kemerdekaan Indonesia dan Pancasila adalah bukti atas karunia Tuhan yang maha kuasa diberikan untuk seluruh rakyat Indonesia. (VOAI)

Sumber: Arrahmahnews.com

Related posts

Leave a Comment