Yusuf Muhammad: Santoso, Teroris ‘Sapi Berjenggot’

13726623_10202172011377819_3391040034970311231_n

Rabu, 20 Juli 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, SURABAYA – Ketika saya menulis sebuah frasa “Sapi Berjenggot”, ada beberapa pihak yang seakan kepanasan dan terbakar pantatnya tidak terima karena saya dianggap menyudutkan Islam.

Mereka akhirnya memaki saya dan menuding sebagai JIL, Atheis, Syiah, Kristen, kafir, dan bla…bla…bla… Semua “label” saya dapatkan dan saya pun tersenyum karena memaklumi ‘sumbu’ mereka yang makin lemah terbakar oleh amarah.

Tidak cukup memahami sesuatu hanya sebatas ‘kulit-kulit’ atau aksesorisnya saja.

Bagi mereka yang “sumbunya” lemah, seakan menganggap siapapun yang berjenggot berarti dia telah menjalankan sunnah Nabi, begitu juga dengan jilbab, siapapun yang memakainya maka akan otomatis diberi “label” muslim.

Apakah orang-orang yang mengenakan aksesoris itu sudah tentu Islam? Belum tentu!

Siapapun yang mau berjenggot atau berjilbab belum tentu dia seorang muslim atau beragama Islam. Siapa saja boleh mengenakanya, bahkan mereka yang tak beragama pun bisa saja berjenggot dan berjilbab.

Andai saja kita mau sedikit membuka jubah kita dan mempelajari lebih dalam tentang aksesoris yang melekat pada kulit-kulit ajaran agama, tentu kita tidak akan mudah diracuni oleh berbagai masalah yang terjadi dalam hidup kita.

Seringkali dari kita ada yang mudah terprovokasi dan langsung emosi akibat ‘sumbunya’ yang melemah ketika menghadapi masalah, akhirnya dirinya merasa paling benar dan suka mengkafir-kafirkan sesama manusia, seakan-akan hanya dirinya lah pemegang ‘Kunci Surga’.

Lihatlah mayat teroris bernama Santoso alias Abu Warda pada (gambar) dibawah ini. Lihatlah aksesoris-aksesoris yang dikenakanya dan lihatlah penampilan jenggotnya. Apakah Santoso ini mewakili agama Islam dengan mengaku sebagai muslim? Tidak! Dan apakah Santoso juga mewakili agama Nasrani atau agama lainya? Tidak juga!

Bagi kalian yang sebelumnya marah dan memaki-maki saya dengan mengatakan kafir, Syiah, Atheis hanya karena saya menyebut “Sapi Berjenggot” pada golongan tertentu, lantas apakah Teroris yang kejam bernama Santoso ini tidak boleh saya sebut “Sapi Berjenggot”?

Siapa sajakah “Sapi Berjenggot” itu?

“Sapi Berjenggot” adalah mereka yang hanya memanfaatkan jenggot (aksesoris ajaran agama) untuk mengelabuhi dan meracuni para pemilik ‘sumbu-sumbu’ lemah. Mereka yang suka mengaku-ngaku menjalankan sunnah Nabi, tapi perilakunya justru seperti binatang dan menyimpang dari nilai² ajaran agama.

Jadi jelas ya, jenggot itu tidak mewakili agama tertentu. Sapi, kambing dan teroris pun ada yang berjenggot. Kalau belum jelas mungkin ane harus fanjangkan jenggot biar dikira ane Muslim yang taat beribadah. Gitu aja kok sensi amat… Ahmad aja gak sensi. Hehehe… (VOAI)

Sumber Akun Facebook Yusuf Muhammad

Related posts

Leave a Comment