Yusuf Muhammad: Surat Cinta Buat Sang ‘Mantan’

SBY

Minggu, 28 Agustus 2016,

VOA-ISLAMNEWS.COM, JAKARTA – Apa kabar pak Beye? Semoga sehat dan sukses dengan rankagkap jabatan barunya sebagai Jubir Demokrat. Jujur sebenernya saya malas mau nulis hal-hal yang berbau tentang ‘mantan’ karena itu tentu tidak mengasyikkan. Namun sindiran anda terhadap kinerja Jokowi pada Sabtu (27/8/16) di acara Wisuda XV Universitas Al-Azhar membuat saya tak tahan ingin membalasnya. Saat acara itu anda menyinggung bahwa pentingnya pembangunan jalur kereta Api, Pelabuhan, Bandara, pengelolaan migas sebagai renewable energy, dan pengelolaan sumber daya laut. Anda juga menyindir agar pemerintahan Jokowi tidak hanya beretorika soal pembangunan di sektor Maritim. Baiklah mari kita buktikan, siapakah sebenarnya yang suka beretorika.

Sejak kemaren hanya wajah anda yang selalu muncul dibayangan saya, mungkin karena tidak ada mantan yang seusil anda, hingga tiap secangkir kopi yang saya minum pun sering terlintas bayangan wajah anda di dalamnya.

Mungkin pak Jokowi terlalu sibuk dan belum bisa menanggapi ocehan anda, jadi biarkan sementara saya yang menjawab semua atas ocehan dan sindiran anda terhadap Jokowi melalui tulisan saya ini.

Memang sangat banyak infrastruktur yang harus dibangun oleh pemerintahan Jokowi, mulai dari udara, daratan hingga di lautan. Anda tahu kenapa? Itu karena selama puluhan tahun Indonesia ‘mati suri’ oleh pembangunan, adapun pembangunan banyak yang mangkrak karena dikorupsi dan dibuat bancakan. Dan itu terbukti banyak terjadi di era pemerintahan anda.

Selama puluhan tahun ikan-ikan di perairan Indonesia dicuri negara asing dan terkesan dibiarkan, tapi lihatlah sekarang sudah ratusan kapal illegal fishing berhasil ditangkap dan diledakkan. Dampaknya hasil tangkap dan penghasilan nelayan pun rata-rata meningkat. Sebelumnya Indonesia kehilangan 300 Triliyun pertahun dari sektor perikanan, dan ingat itu terjadi di era sampean.

Di akhir th 2015 saja khususnya di Papua, Jokowi telah berhasil membangun dan menyelesaikan proyek infrastruktur seperti Pabrik Sagu Terbesar RI, Bndara Sorong, Bandara Wamena, dan Bandara Kaimana. Semua itu belum termasuk bandara-bandara di daerah lainya.

Pada tahun 2015 Jokowi juga telah memenuhi janjinya dengan membangun 13 waduk, mulai dari Waduk Keureto di Aceh, Waduk Tapin di Kalimantan Selatan, Waduk Lolak di Sulawesi Utara, hingga Waduk Bintang Bano di NTB. Dan pada tahun 2016 ini juga sedang dibangun 8 waduk atau bendungan baru.

Sejak 2 tahun ini Jokowi juga telah serius menyelesaikan dan meneruskan pembangunan 24 pelabuhan, mulai dari Pelabuhan Banda Aceh hingga Pelabuhan Merauke yang rata-rata menelan biaya 1,5 Triliyun dan total semua 39,5 Triliyun. Belum lagi pembangunan jalan tol dan non tol yang sudah ribuan kilometer berhasil dibangun oleh Jokowi hingga tahun 2016.

Jadi jika anda orasi nyindir Jokowi agar banyak sektor infrastruktur yang dibangun, secara tidak langsung justru itu menjawab bahwa diera anda masih sangat minim pembangunan. Kalau dulu banyak infrastruktur dibangun dan tidak mangkrak, tentu beban Jokowi tidak berat seperti sekarang.

Jadi tolong berkacalah pak Beye, bila perlu belilah kaca yang sebesar ukuran badan anda, jangan hanya bisa prihatin dan seperti orang sedang sakit ingatan. Anda seakan menuntut Jokowi yang baru menjabat 2 tahun harus menuntaskan segala pembangunan, tapi anda sendiri selama 10 tahun malah sibuk membuat 40 lagu dan 5 album kenangan.

Anda bikin iklan di telivisi “katakan tidak pada korupsi”, tapi nyatanya banyak kader anda yang terjerat kasus korupsi. Jadi, siapa yang suka retorika? Anda atau Jokowi?

Anda nyindir soal Program sektor Maritim Jokowi hanya reotrika, tapi di era anda sendiri selama 10 tahun banyak pembangunan mangkrak dan merugikan negara. Jadi siapa yang suka retorika?

Apa sampean mau di ‘tampar’ Jokowi lagi lalu curhat di media karena ditunjukkan mangkraknya proyek “Rumah Hantu” anda di Hambalang yg merugikan negara hingga Triliyunan?

Pesan saya kalau sakit jiwa atau ingatan jangan suka curhat dan main twitter, lebih baik anda pergi berobat ke dokter atau psikiater. (VOAI)

 Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Related posts

Leave a Comment